Dipimpin RNI, Holding BUMN Pangan Segera Inbreng Saham

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) menggelar tasyakuran seiring dengan bertambahnya usia Korporasi yang ke 57 tahun. Dalam waktu dekat, Holding BUMN Pangan yang dipimpin RNI akan segera lakukan inbreng saham.

Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo mengatakan momen tasyakuran ini merupakan ucapan rasa syukur dan harapan besar untuk RNI mengingat proses holding BUMN Pangan tinggal selangkah lagi.

“Perlu saya informasikan bahwa proses (holding) ini sudah di ujung, di mana saat ini kita sudah melakukan harmonisasi untuk inbreng Holding BUMN Pangan, setelah harmonisasi kita sekarang menunggu rancangan peraturan pemerintah (RPP) menuju peraturan pemerintah (PP),” ujar Arief dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (13/10/2021).

Adapun tema yang diusung RNI tahun 2021 ini adalah Pangan Tumbuh Indonesia Tangguh. “Ini wujud komitmen kami untuk bertransformasi ekosistem pangan nasional melalui inovasi - inovasi teknologi pangan," jelas Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama PT RNI (Persero).

Pada rangkaian peringatan ulang tahun ke 57, ia menyebut, tahun ini gelaran inovasi teknologi digitalisasi untuk pangan turut diterapkan melibatkan milenial berinovasi untuk transformasi pangan.

“Para milenial yang tergabung di RNI Group maupun BUMN Klaster Pangan kami siapkan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru guna mendukung transformasi ekosistem pangan," katanya.

Bahkan, dalam rangkaian HUT 57th RNI, Ia telah mempersiapkan grand launching produk retail pangan komoditas beras, minyak, gula, kecap dan non pangan seperti tissue dan hand sanitizer.

“Pekan depan kami menyiapkan Grand launching beberapa produk retail pangan maupun non pangan," urainya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pangan Harus Murah

RNI kembangkan biomassa napier grass atau biasa disebut rumput gajah sebagai bahan baku biofuel. (Foto: RNI)
RNI kembangkan biomassa napier grass atau biasa disebut rumput gajah sebagai bahan baku biofuel. (Foto: RNI)

Sementara itu, Komisaris Independen PT RNI Marsudi Wahyu Kisworo menambahkan pangan itu syaratnya pangan itu harus murah, terjangkau, namun produksinya juga harus efisien.

"Maka dari itu cara kita untuk meningkatkan agar pangan menjadi terjangkau, satu-satunya cara adalah menekan biaya produksi atau cost dan menekan ongkos produksi adalah salah satu kehebatan dari digitalisasi, baik di sektor hulu misalnya ladang dan kebun, kemudian di bagian processing sampai ke distribusi, serta pengolahan hasil akhirnya," ujar Marsudi dalam diskusi daring Inovasi untuk Pangan Tumbuh Indonesia Tangguh di Jakarta.

Penerapan teknologi digital, lanjutnya, mulai dari kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), machine learning, dan digitalisasi di semua sektor, maka akan menurunkan biaya dan ketika biaya turun maka margin akan mengalami kenaikan.

Ia juga mengatakan bahwa berbicara soal rantai pasok maka aliran barang bergerak mulai dari vendor seperti perkebunan, pertanian, peternakan dan pelabuhan (kalau impor), transportasi dan pergudangan sampai dengan ke tangan konsumen.

Aliran barang dalam rantai pasok pangan bersifat satu arah, namun kalau melihat aliran informasinya maka sifatnya dua arah. Aliran informasi di rantai pasok pangan terjadi dari hulu sampai ke hilir dan begitu juga sebaliknya.

Dahulu sebelum era digitalisasi terjadi di sektor pangan, kata dia, ini terjadi masalah karena informasi dalam rantai pasok pangan hanya mengikuti aliran barang. Jadi hanya dari arah hulu menuju hilir.

"Sementara banyak sekali informasi yang diperlukan pada sektor hulu, misalnya berapa produksi garam yang harus dibuat, berapa stok daging yang harus diproduksi dan lokasinya ada di mana dan sebagainya. Ini merupakan informasi-informasi yang berada di bagian hilir namun tidak sampai ke hulu sehingga terjadilah masalah dalam distribusi pangan," kata Marsudi.

Raih Penghargaan

Bertepatan momen HUT ke 57, RNI mendapatkan kado berupa penghargaan Best Corporate Communications Strategy in Food & Pharmaceuticals Group, di perhelatan IndonesiaBUMN Awards 2021 yang diselenggarakan The Iconomics yang berlangsung di Hotel Anaya, Jakarta.

“Ini merupakan kado istimewa buat RNI yang sedang berulang tahun ke 57th, sekaligus langkah RNI menuju BUMN Holding Pangan.”jelas Arief saat menerima penghargaan Best Corporate Communications Strategy.

Informasi, BUMN Corporate Communications & PR Strategy Award merupakan Penghargaan terhadap strategi komunikasi dan PR BUMN selama tahun 2020-2021 dengan kreativitas ide, kesesuaian dengan corporate objectives, dan efektivitas kampanye terbaik di Industrinya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel