Diplomat AS Disuruh Lawan Negara Penghambat Atasi Perubahan Iklim

Ezra Sihite
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Senin (19/4) meminta diplomat Amerika di seluruh dunia untuk menantang negara-negara yang tindakannya menghambat upaya mengatasi perubahan iklim, menurut pernyataan yang siap rilis.

Blinken menyampaikan pidato pertamanya tentang perubahan iklim di Annapolis, Maryland, menjelang pertemuan virtual yang diselenggarakan AS minggu ini.

Presiden Joe Biden telah mengundang 40 pemimpin dunia untuk membahas langkah-langkah baru yang akan mereka ambil untuk memperkuat komitmen yang mereka buat soal upaya mengurangi emisi di bawah perjanjian iklim Paris --untuk memberi isyarat bahwa dia memprioritaskan masalah itu dan mencoba menggalang tindakan global di awal pemerintahannya.

"Diplomat kami akan menantang praktik negara-negara yang tindakan atau 'kepasifan' nya membuat dunia mundur,” kata Blinken.

"Ketika negara-negara terus bergantung pada batu bara untuk sejumlah besar energi mereka, atau berinvestasi di pabrik batu bara baru, atau membiarkan deforestasi besar-besaran, mereka akan mendengar dari Amerika Serikat dan mitra kami tentang betapa berbahayanya tindakan ini."

Blinken mengatakan pemerintahan Biden akan menempatkan krisis iklim di pusat kebijakan luar negerinya, tetapi itu tidak berarti memperlakukan kemajuan negara-negara dalam iklim "sebagai sebuah bukti yang dapat mereka gunakan untuk memaafkan perilaku buruk."

Dia tidak merujuk pada negara tertentu, tetapi aktivis hak asasi manusia telah menyatakan keprihatinan bahwa keinginan pemerintah Biden untuk bekerja sama dengan China dalam mengurangi emisi dapat berarti keprihatinan atas kebijakan China yang menindas terabaikan.

Amerika Serikat juga akan meningkatkan jumlah bantuan yang dikirimkannya ke negara-negara paling rentan iklim di dunia, seperti negara-negara pulau dataran rendah, kata Blinken.

Dia menambahkan bahwa pada 2020 mereka hanya menerima tiga persen dari pendanaan iklim internasional.

"Kita harus memperbaikinya," katanya, seraya menambahkan bahwa Washington mengerahkan para ahli ke negara-negara ini untuk membangun sistem peringatan dini dan mempersiapkan infrastruktur untuk menghadapi perubahan iklim. (Antara/Ant)