Diplomat Rusia Tempuh 34 Jam Pulang dari Korut, Dorong Troli Sendiri

Raden Jihad Akbar, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sekelompok diplomat Rusia bersama keluarganya terpaksa menggunakan troli kereta tanpa mesin yang harus didorong dengan tangan, untuk meninggalkan Korea Utara setelah menyelesaikan masa tugasnya.

Diplomat itu harus menggunakan cara tak biasa untuk pulang ke negara asalnya. Sebab, Korut tengah memberlakukan penutupan perbatasan sebagai pencegahan penularan COVID-19. Hampir semua bentuk transportasi penumpang, dilarang masuk ke Korea Utara.

Baca juga: Pemerintah Harus Awasi Praktik Bisnis Tak Adil Raksasa Digital Dunia

"Karena perbatasan ditutup selama lebih dari satu tahun dan lalu lintas penumpang dihentikan, butuh perjalanan panjang dan sulit untuk pulang," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti diberitakan Channel News Asia, dikutip Minggu 18 Februari 2021.

Sebanyak delapan orang, termasuk seorang anak berusia tiga tahun, melakukan perjalanan hingga 32 jam dengan kereta api dan dua jam dengan bus dari Pyongyang, hanya untuk mencapai perbatasan Rusia. Mereka bahkan harus melintasi perbatasan dengan berjalan kaki, sambil membawa bagasi dan penumpang ke troli di rel kereta.

Sekretaris ketiga Kedubes Rusia di Korut, Vladislav Sorokin, bertugas sebagai 'mesin' yang mendorong troli kereta itu. Dia harus mendorongnya dengan tangan sejauh lebih dari satu kilometer, termasuk melintasi jembatan kereta api di atas Sungai Tumen yang membelah kedua negara.

Pejabat kementerian kemudian menyambut mereka di stasiun perbatasan di sisi Rusia. Di mana mereka kemudian melakukan perjalanan dengan bus ke bandara Vladivostok.