Dipta Anindita, mantan Putri Solo 2008 yang menghilang

MERDEKA.COM,

Sebulan setelah dinobatkan sebagai Putri Solo 2008, Dipta Anindita menghilang entah ke mana. Beberapa teman finalis Putra - Putri Solo mengaku tak mengetahui ke mana Dipta pergi. Pernyataan tersebut dikemukakan finalis lainnya,  yang menempati juara ketiga Citra Ratna Amelia Sabary ketika dihubungi merdeka.com, Jumat malam (1/2).

"Dipta itu seharusnya ikut maju ke pemilihan putra putri Jawa Tengah. Tapi dia enggak mau ikut. Teman-teman juga enggak ada yang tahu, ke mana perginya. Ada yang bilang Dipta tinggal di luar negeri, di Belanda atau Paris," ujar Amelia.

Menurut Amel, kepada dirinya dan teman-temannya di Paguyuban Putra Putri Solo, Dipta yang menjadi juara berpasangan dengan Agus Prakosa dikenal sebagai pribadi yang baik dan murah hati. Kebaikannya tersebut sering disalahgunakan teman-temannya yang tidak bertanggung jawab.

"Banyak teman-temannya yang minta uang atau minta ini itu. Karena Dipta dikenal anak orang kaya. Ayahnya kerja di Pengeboran minyak di Abu Dhabi," lanjut Amel.

Dipta lanjut Amel, sebelum menghilang sejak 2008, pernah mengemukakan tidak mau maju pemilihan Putra-Putri Jawa Tengah.

"Dia takut tidak bisa melaksanakan tugas-tugas sebagai Putri Solo yang dinilainya berat. Makanya dia tidak mau maju ke tingkat provinsi," katanya.

Setelah menghilang sejak tahun 2008 Amel mengaku baik dirinya maupun teman temannya tidak pernah bertemu lagi dengan Dipta. Beberapa temannya ada yang bilang Dipta tinggal di Desa Cemani Sukoharjo tersebut, telah berpindah domisili ke luar negeri, namun ada juga yang mengatakan menjadi istri pejabat di Jakarta.

Nama Dipta mulai ramai dibicarakan setelah sempat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan KPK mencegahnya keluar negeri karena tersangkut kasus Irjen Pol Djoko Susilo.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.