Dipuji Negara Tamu, Indonesia Siapkan Agenda G20 Forum di Januari 2022

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan jika Indonesia menuai pujian dari negara anggota karena kesuksesan mengawal Presidensi G20 Indonesia tahap pertama di Desember 2021.

Pujian utamanya atas keberhasilan Indonesia menerapkan skema koridor perjalanan antar negara di tengah pandemi Covid-19 atau travel bubble.

"Dalam pelaksanaan di Desember, baik Finance Track maupun Sherpa Track, seluruhnya para peserta menyatakan puas dengan travel bubble yang diterapkan oleh Indonesia," ujar Airlangga dalam sesi teleconference pasca melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (10/1/2022).

Untuk Januari ini, pemerintah juga sudah menyiapkan sejumlah agenda tambahan pada Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20.

Airlangga menyebut, akan ada beberapa Sherpa Meeting yang bakal digelar bulan ini, diantaranya Civil 20 (C20), Super Audit 20, Woman 20, dan Urban 20. Pelaksanaannya akan dilakukan baik secara offline maupun online.

"Ini didorong ada kegiatan secara hybrid di bulan Januari, dan Finance Track akan dilakukan juga namun seluruhnya secara virtual," ungkap dia.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan mengeluarkan surat edaran guna menjaga pelaksanaan Presidensi G20 pada Januari 2022 ini tetap aman dari penyebaran pandemi Covid-19.

"Pemerintah akan keluarkan surat edaran tersendiri terkait dengan pelaksanaan G20, dimana itu akan mengatur berbagai kegiatan. Tentunya dengan kegiatan tersebut diharapkan bisa sesuai prokes," tutur Airlangga.

Mendag Jadi Nahkoda Side Events G20, Usung Kearifan Lokal Indonesia

Sebagai Presidensi G20, Indonesia mulai menggelar berbagai pertemuan tingkat tinggi di Bali (dok: Ilyas)
Sebagai Presidensi G20, Indonesia mulai menggelar berbagai pertemuan tingkat tinggi di Bali (dok: Ilyas)

Menteri Perdagangan (Mendag) menjadi Ketua Penanggung Jawab penyelenggaraan Side Events G20, Muhammad Lutfi.

Dia akan menjadikan kearifan lokal Indonesia sebagai nilai lebih agenda-agenda Side Events G20 tahun 2022 ini.

Hal tersebut juga sebagai upaya menjadikan Presidensi Indonesia G20 tahun ini semakin menonjol dalam upaya memulihkan ekonomi dunia.

Dia optimistis seluruh agenda Side Events G20 akan berdampak penting pada keseluruhan rangkaian Pertemuan G20 yang digelar di Indonesia tahun ini.

Tercatat pada 24 Desember 2021 sebagai batas waktu inventarisasi Side Events G20, terdapat 121 side events yang akan berlangsung di 20 kota di Indonesia dari Desember 2021 sampai Oktober 2022 mendatang.

Side Events G20 bertujuan memberi pemahaman yang lebih lengkap kepada anggota G20 mengenai agenda prioritas Presidensi G20. Side Events G20 juga harus menjadi showcase citra positif kemajuan dan budaya Indonesia. Showcase filosofi nilai budaya luhur ditampilkan secara berkala dalam sejumlah side events tersendiri. Penyelenggaran side events diharapkan dapat memberikan dampak bagi perekonomian, baik di daerah penyelenggaran maupun Indonesia secaraumum,” ujar dia dikutip Senin, (10/1/2022).

Dia melihat momentum Presidensi Indonesia dalam G20 kali ini sangat krusial. Indonesia menempatkan diri secara aktif sebagai bagian dari upaya dunia memulihkan diri dari pandemi Covid19, sekaligus berusaha menggerakkan kembali perekonomian dunia yang terdampak pandemi.

“Pertemuan G20 harus menjadi sarana memperkenalkan gaya hidup, daya tahan dalam krisis dan pandemi, serta kemampuan pemulihan kesehatan, ekonomi, dan produk unggulan anggota G20 sehingga dapat turut menggerakkan ekonomi dunia,” jelas dia.

Dari 121 side events, sebanyak tujuh di antaranya akan terlaksana dalam rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada Oktober 2022 mendatang.

Bentuk-bentuk kegiatan side events tahun ini antara lain berupa seminar, forum kerja sama ekonomi, gelar budaya, promosi dagang, pameran, kick-off meeting, hingga tinjauan lapangan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel