Dir Ops Adhi Karya Bernama Teuku Kabur Usai Diperiksa KPK

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Operasional I PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mohamad Noor kabur saat ditanyakan wartawan perihal hasil pemeriksaannya di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (17/9/2012) sore.

Terpantau Tribunnews.com, Teuku yang keluar dari kantor KPK sekitar pukul 16.33 WIB itu, ditemani oleh dua orang rekannya.

Semula, keberadaan Teuku Bagus luput dari wartawan, ia pun berusaha seperti layaknya saksi yang tidak diperiksa penyidik. Namun, saat ditegaskan wartawan, ia tampak enggan menoleh wartawan.

Bahkan, saat ditemui wartawan di samping kantor KPK, tepatnya di depan Gedung Jasa Raharja, Teuku Bagus yang mengenakan kemeja putih celana bahan warna hitam itu, langsung menghindar dan palingkan muka hingga memutar arah, masuk ke dalam mobil bernopol B 8017 VX, tanpa menghiraukan kedua rekannya lagi yang tertinggal di pinggir jalan raya.

Namun, wajah Teuku Bagus saat menghindar sempat terekam oleh wartawan televisi.

Seperti diketahui, Bagus dipanggil KPK guna mendalami berkas penyidikan kasus dugaan korupsi pada pembanguan gedung Sekolah Olahraga Nasional (SON) Hambalang.

"Ia akan diperiksa untuk pengembangan penyidikan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi saat dikonfirmasi.

Teuku Bagus Mohamad Noor bukanlah nama baru dalam kasus yang pertama kali dibongkar oleh terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin ini. Teuku Bagus yang pernah menjabat sebagai Ketua Kerjasama Operasi (KSO) antara PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya dalam proyek ini namanya pernah disebut mantan Sesmenpora Wafid Muharram usai menjadi saksi di KPK.

Wafid mengaku pernah bertemu dengan Teuku Bagus dalam urusan Hambalang di kantornya di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Iya pernah ketemu kalau di kantor. Ya Teuku pernah datang ke kantor saya," kata Wafid.

Sampai saat ini, KPK sudah memeriksa lebih dari 70 orang terkait kasus Hambalang yang memakan biaya sekitar RP 2,5 Triliyun. Nama-nama tersebut antara lain seperti Muhammad Nazaruddin, Andi Malarangeng, Anas Urbaningrum, serta Attiyah Laila yang juga istri Anas.

Pada kasus ini juga, KPK telah menetapkan seorang tersangka, yakni Deddy Kusdinar selaku Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Hambalang. Pada struktur Kemenpora, ia menjabat sebagai Kepala Perencanaan Keuangan dan Rumah Tangga.

Berita Terkait: Kasus Hambalang

  • KPK Isyaratkan Bidik Petinggi Adhi Karya
  • Alasan KPK Kembali Geledah Kantor Kemenpora
  • KPK Kembali Geledah Kantor Kemenpora
  • KPK Periksa Konsultan Proyek Hambalang
  • Arsitek Gedung Hambalang Mangkir Pemanggilan KPK
  • Panja Desak Pemerintah Beri Laporan Proyek Hambalang

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.