Diragukan, Lapindo Lunasi Ganti Rugi Mei Ini

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

TEMPO.CO, Sidoarjo  - Ketua Panitia Khusus Lumpur Lapindo Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, meragukan Minarak Lapindo Jaya akan melunasi sisa ganti rugi pada bulan Mei 2013 ini. Sebelumnya, MLJ berjanji melunasi tunggakan ganti rugi senilai Rp 786 miliar pada bulan depan. 

Karena itu, pansus mendesak pemerintah pusat segera memasukkan skema pembayaran ganti rugi bagi korban Lapindo sesuai Peta Area Terdampak (PAT) ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sebab, korban Lapindo di luar PAT, justru telah menerima pembayaran ganti rugi lewat APBN. "Tahun ini, semua ganti rugi korban Lapindo di luar PAT kemungkinan besar malah sudah lunas karena ditanggung APBN," ujar Nur kepada Tempo, Senin 29 April 2013. 

Nur mengingatkan, polemik kawasan ganti rugi sesuai PAT merupakan wilayah penanggulangan lumpur dan pusat semburan. Jika masih terus bergolak, Nur khawatir berdampak buruk bagi upaya penanggulangan dan pengaliran lumpur ke Kali Porong.

Bahkan, kondisi tanggul lumpur kini semakin mencemaskan karena ketinggian lumpur nyaris setara dengan tanggul penahan. Upaya ini, kata Nur, sedang diperjuangkan melalui revisi kelima Perpres 14 tahun 2007 tentang BPLS yang masih dibahas oleh pemerintah pusat. "Revisi itu juga membahas ganti rugi tanah wakaf, fasum dan fasos di luar PAT," ucapnya. 

Andi Darussalam Tabusala, Direktur Utama PT MLJ, menjawab diplomatis soal keraguan Pansus Lumpur Lapindo. Pria asli Makassar itu menuturkan, MLJ tetap berkomitmen melunasi semua sisa ganti rugi bagi korban Lapindo sesuai PAT pada Mei 2013. Namun, ia enggan mengungkap asal dana yang akan digunakan membayar tanggungan tersebut. Belakangan, MLJ digoyang isu kesulitan likuiditas karena semua lembaga perbankan menolak proposal kucuran kreditnya. "Lihat saja nanti di bulan Mei. Kami terus komitmen kok," ujarnya. 

Merujuk data MLJ, total berkas yang harus dibayar sebanyak 13.232 berkas atau setara Rp 3,8 triliun. Sebanyak 3.757 berkas belum menerima pelunasannya dari MLJ dan saat ini pemilik berkas terus bergolak dengan menghentikan kegiatan BPLS di tanggul lumpur. 

DIANANTA P. SUMEDI

Topik terhangat:

Gaya Sosialita | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga

Inilah Dinasti Politik Partai Demokrat

Susno Duadji Buron

Jika Susno Ditetapkan Buron, Kedaluwarsa 18 Tahun

Casillas ke Arsenal Jika Mourinho Masih di Madrid

Kejagung Buru Buronan Susno Duadji

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...