Dirawat di RS Polri, Kondisi Yahya Waloni Mulai Membaik

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Bidang Perawatan Medik dan Perawatan Rumah Sakit Polri Komisaris Besar Polisi Yayok Witarto mengatakan, Ustaz Yahya Waloni, tersangka kasus penodaan agama, dalam kondisi sadar dirawat di Rumah Sakit Polri sejak Jumat, 27 Agustus 2021.

“(Yahya) sadar,” kata Yayok saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu, 28 Agustus 2021.

Menurut dia, pihaknya sudah membentuk tim dokter untuk menangani Yahya Waloni yang mengalami sesak nafas, usai ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim pada Kamis, 26 Agustus 2021.

“Sudah dibentuk tim dokter untuk menangani pasien ini. Saat ini sedang diobservasi di ruang perawatan,” ujarnya.

Saat ini, kondisi Yahya terus membaik. “Kondisinya relatif membaik,” katanya.

Meski kondisinya mulai berangsur pulih, Yayok mengatakan, Yahya belum bisa dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang diduga menodai agama. “Belum (dikembalikan ke Rutan Bareskrim),” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menetapkan Ustaz Yahya Waloni sebagai tersangka kasus penistaan agama. Yahya ditangkap di Perumahan Permata Klaster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis, 26 Agustus 2021.

“Sudah (tersangka),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri pada Jumat, 27 Agustus 2021.

Atas perbuatannya, kata Rusdi, Ustaz Yahya Waloni dipersangkakan Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45a Ayat (2) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yaitu dengan sengaja dan tidak sah menyebarkan informasi akan menyebabkan permusuhan kebencian berdasarkan SARA.

“Selain itu, disangkakan Pasal 156a KUHP. Itu melakukan penodaan terhadap agama tertentu,” katanya.

Kemudian, Yahya dilarikan ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati karena mengalami sesak nafas. “Tersangka MYW memiliki riwayat penyakit jantung. Yang bersangkutan dibawa ke RS Polri karena kondisi lemas dan saat ini dirawat di RS Polri," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel