Direkomendasikan untuk Pasien COVID-19, Kenali Tes Darah Feritin

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 telah melanda dunia lebih dari setahun. Semua negara juga telah melakukan vaksinasi untuk mengurangi penyebaran virus corona yang telah menewaskan jutaan jiwa ini.

Salah satu yang direkomendasikan adalah melakukan tes darah feritin bagi pasien COVID-19. Dr Samrat Shah, konsultan Internis, Rumah Sakit Bhatia Mumbai menjelaskan, feritin adalah protein darah yang mengandung zat besi.

Tes feritin membantu dokter memahami berapa banyak zat besi yang disimpan tubuh Anda. Dikutip dari Indian Express, kisaran normal untuk feritin darah adalah:

- Pria, 24 hingga 336 mikrogram per liter
- Wanita, 11 hingga 307 mikrogram per liter

Adapun penyebab kadar feritin darah rendah, jika tes feritin menunjukkan bahwa itu lebih rendah dari biasanya, itu menunjukkan simpanan zat besi tubuh Anda rendah dan Anda mengalami kekurangan zat besi. Akibatnya, Anda bisa mengalami anemia.

Beberapa gejala termasuk:

• Merasa pusing, lemah, dan lelah
• Sakit kepala
• Pucat
• Sesak napas
• Detak jantung cepat

Sedangkan penyebab kadar feritin darah tinggi, jika tes feritin menunjukkan tingkat yang lebih tinggi dari normal, itu bisa menunjukkan bahwa Anda memiliki kondisi yang menyebabkan tubuh Anda menyimpan terlalu banyak zat besi. Ini juga bisa menunjukkan penyakit hati, rheumatoid arthritis, hipertiroidisme, beberapa jenis kanker dan yang paling penting dalam pandemi ini, ini menunjukkan proses inflamasi.

Penyebab paling umum dari peningkatan kadar feritin adalah obesitas, peradangan, dan asupan alkohol setiap hari. Penyebab paling umum dari peningkatan kadar feritin terkait genetik adalah kondisi hemochromatosis.

Gejala kadar zat besi yang tinggi bervariasi dan dapat meliputi:

• Kelelahan
• Masalah jantung
• Nyeri sendi
• Gairah seks rendah
• Rambut rontok di tubuh
• Sakit perut
• Penurunan berat badan
• Sakit perut
• Kekurangan energi

"Apalagi di masa pandemi COVID- 19 ini, kadar feritin memiliki nilai prognostik yang signifikan. Semakin tinggi feritin, semakin buruk prognosisnya. Namun, satu nilai feritin tidak cukup untuk menentukan," tutur Samrat Shah.

Karena itu harus menunjukkan tren peningkatan serial yang bahkan bisa menunjukkan badai sitokin. Penyebabnya adalah virus, dan terutama jamur hitam (mucormycosis), karena keduanya bertahan hidup pada simpanan besi yang lebih tinggi.

Komplikasi lain dari simpanan besi yang tinggi adalah kemungkinan kejadian protrombotik mengingat stasis darah akibat keadaan hiperkoagulasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel