Direksi Keet Adalah Kantor di Lapangan. Ini Pengertian, Fungsi, dan Ukurannya

Direksi Keet Adalah Kantor di Lapangan. Ini Pengertian, Fungsi, dan Ukurannya
Direksi Keet Adalah Kantor di Lapangan. Ini Pengertian, Fungsi, dan Ukurannya

RumahCom – Baru mendengar istilah direksi keet? Menurut Kamus Istilah Perumahan, direksi keet adalah bangunan gedung darurat yang fungsinya hanya digunakan untuk sementara dengan konstruksi tidak permanen atau umur bangunan yang tidak lama, setidaknya dinyatakan kurang dari 5 tahun.

Diklasifikasikan sebagai bangunan gedung darurat atau sementara, tentu direksi keet punya fungsi berbeda dengan dua jenis bangunan lainnya yakni permanen dan semi permanen. Bangunan gedung permanen digunakan untuk fungsi yang ditetapkan sebagai konstruksi permanen dengan umur bangunan dinyatakan lebih dari 15 tahun. Sedangkan bangunan gedung semi permanen, sesuai namanya, difungsikan dengan ketetapan konstruksi semi permanen atau yang dapat ditingkatkan menjadi permanen dengan umur bangunan dinyatakan antara 5 tahun sampai dengan 15 tahun.

  • Pengertian Direksi Keet

  • Fungsi Direksi Keet

  • Ukuran Direksi Keet

[ArticleCallout]{ “title”: “Contoh Proposal Usaha Lengkap dan Cara Membuatnya”, “excerpt”: “Simak Selengkapnya di Sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/contoh-proposal-usaha-39816”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel-legacy/520×300-crop/static/2021/01/1.-Cara-Membuat-dan-Contoh-Proposal-Usaha.png” } [/ArticleCallout]

Pengertian Direksi Keet

<em>Setelah proyek selesai, maka bangunan direksi keet pun akan dibongkar. Sumber: </em><a href="https://www.pexels.com/photo/construction-machineries-under-the-blue-sky-6497843/" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:Pexels – David Peinado" class="link "><em>Pexels – David Peinado</em></a>
Setelah proyek selesai, maka bangunan direksi keet pun akan dibongkar. Sumber: Pexels – David Peinado

Apa itu direksi keet? Direksi keet di Indonesia lebih banyak dikenal dengan istilah kantor pengontrol di proyek yang bersifat sementara. Setelah proyek selesai, maka bangunannya pun akan dibongkar. Eits, mau punya rumah permanen biar tidak perlu tinggal sementara di rumah kontrakan lagi? Cek pilihan rumahnya di Sawangan, Depok dengan harga dibawah Rp500 jutaan di sini!

Penjelasan mengenai direksi keet pun tertuang dalam Kamus Istilah Perumahan sesuai Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 tentang Bangunan Gedung. Pada bangunan direksi keet, umumnya akan terdiri dari ruang-ruang kerja staf, ruang rapat, ruang pimpinan, musala, dan toilet. Desain kantor proyek inipun diupayakan untuk dibangun dengan biaya konstruksi yang serendah mungkin. Oleh sebab itu, salah satu caranya adalah dengan menggunakan sistem rakitan untuk berbagai proyek, sehingga dapat dipergunakan berulang kali.

Namun ada juga yang mempertimbangkan kontainer sebagai bangunan direksi keet. Penggunaan kontainer dianggap lebih praktis dan awet serta portable, meski harganya relatif lebih tinggi. Kontainer sendiri dikenal lebih tahan terhadap cuaca panas dan hujan dibandingkan kantor rakitan dari kayu yang mudah lapuk jika terkena air hujan.

Di lain sisi, kontainer sebagai direksi keet biasanya sudah dilengkapi instalasi listrik pada setiap sudutnya sehingga memudahkan pekerja untuk menyalakan alat elektronik seperti komputer, printer, laptop, dispenser, hingga mesin fotokopi.

Fungsi Direksi Keet

<em>Fungsinya sebagai tempat bekerja bagi para staf dari kontraktor, pengawas maupun pemilik proyek di lapangan. Sumber: Istimewa</em>
Fungsinya sebagai tempat bekerja bagi para staf dari kontraktor, pengawas maupun pemilik proyek di lapangan. Sumber: Istimewa

Fungsi direksi keet atau kantor proyek adalah sebagai tempat bekerja bagi para staf dari kontraktor, pengawas maupun pemilik proyek di lapangan. Tak hanya sebagai area bekerja, direksi keet juga berfungsi sebagai ruang penyimpanan surat atau dokumen berharga, ruang pertemuan dan komunikasi antar pekerja, area untuk mengontrol dan monitoring, sampai kantor administrasi.

Meski bersifat bangunan gedung sementara, namun konstruksi direksi keet tetap harus memenuhi standar keamanan dan kenyaman. Untuk itu, berikut standar minimal dalam membangun direksi keet:

  • Terdiri dari rangka baja untuk struktur atasnya

  • Dilapisi dinding double triplek atau plywood

  • Penutup atapnya terbuat dari bahan seng atau asbes

  • Plafonnya menggunakan bahan material plywood

  • Lantai yang tidak bertingkat menggunakan finishing keramik. Sedangkan jika bertingkat, lantai atasnya menggunakan plywood setebal 20 mm.

Perlu diperhatikan juga, dalam penerapan konstruksi bangunan sistem rakitan tersebut, yang perlu direncanakan adalah gudang penyimpanan dan perawatan yang baik. Antara lain dengan melakukan pengecatan secara berkala agar komponen-komponen baja yang digunakan dalam bangunan direksi keet tidak cepat berkarat.

[PropertyTip]Pada bangunan direksi keet, umumnya akan terdiri dari ruang-ruang kerja staf, ruang rapat, ruang pimpinan, musala, dan toilet. Desain kantor proyek inipun diupayakan untuk dibangun dengan biaya konstruksi yang serendah mungkin.[/PropertyTip]

Berdasarkan sistem rakitan yang digunakan dalam direksi keet, maka sudah tentu hal ini akan menimbulkan kekurangan. Diantaranya pada tahap awal diperlukan biaya investasi yang besar, terutama untuk komponen rangka baja. Namun demikian, direksi keet punya kelebihan yakni penggunaan yang dapat dipakai berulang kali. Sehingga secara kalkulasi akan menekan biaya kontruksi dan waktu pelaksanaan juga menjadi lebih cepat.

Ukuran Direksi Keet

<em>Standar umumnya, direksi keet dibuat dengan ukuran 3x6m2. Sumber: </em><a href="https://www.eubusinessnews.com/wp-content/uploads/2022/02/Temporary-Buildings.jpg" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:eu business news" class="link "><em>eu business news</em></a>
Standar umumnya, direksi keet dibuat dengan ukuran 3x6m2. Sumber: eu business news

Ukuran direksi keet akan bergantung pada kebutuhan jumlah pekerja yang membutuhkan ruang di dalamnya. Kendati sifatnya dibangun atas konstruksi bangunan tidak permanen, namun tetap harus mengutamakan kenyamanan dan persyaratan sebagai tempat kerja. Standar umumnya, direksi keet dibuat dengan ukuran 3x6m2 dengan spesifikasi sebagai berikut.

  • Lantai dibuat dari beton tumbuk 1 : 3 : 6

  • Tiang, rangka kuda-kuda dan atap terbuat dari kayu borneo, atau yang sejenis

  • Dinding terbuat dari bahan tripleks

  • Atap bangunan dari asbes

  • Jendela terbuat dari naco

  • Rangka daun pintu dari kayu borneo (atau yang sejenis) dan dilapis dengan double tripleks

  • Dinding pintu dan jendela dicat

Pemilihan ukuran direksi keet, selain bergantung pada jumlah staf yang bekerja di dalamnya, harus mumpuni untuk diisi dengan perlengkapan mebel. Mulai dari kursi tamu, meja tulis, lemari, papan tulis, dan lain sebagainya.

Ketahuilah perbedaan Notaris dan PPAT melalui video yang informatif dan menarik berikut ini!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah