Direktur Cantik Chelsea Biang Keladi Pemecatan Lampard

Satria Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kisah pemecatan Frank Lampard dari kursi manajer Chelsea ternyata diawali dari perseteruannya dengan Direktur cantik, Marina Granovskaia. Belakangan, Lampard dan Granovskaia tak akur dalam urusan teknis di tim.

Selama satu setengah jam, Lampard dan Granovskaia bicara terkait kondisi tim. Dalam pembicaraan itu, berujung pada kesimpulan yakni pemecatan Lampard.

Proses pemecatan yang cepat ini sebenarnya merupakan akumulasi dari keributan Lampard dengan Granovskaia.

Dimulai dari bagaimana cara Lampard memperlakukan Kepa Arrizabalaga. Granovskaia mengaku tak senang dengan sikap Lampard kepada Kepa yang terlalu keras.

Karena Granovskaia berpikir tak mau buang-buang uang terhadap Kepa. Status Kepa sebagai kiper termahal dunia, diharapkan Granovskaia bisa dimaksimalkan Lampard.

Hanya saja, Lampard punya pendapat lain dan lebih mendatangkan Edouard Mendy dari Rennes.

Perseteruan berlanjut ketika Lampard ngotot untuk membeli Declan Rice. Namun Granovskaia menolak rencana tersebut.

"Dia harus menghentikan proyek Rice, atau kehilangan pekerjaannya," begitu pernyatan dari sumber dalam klub, dilansir The Athletic.

Granovskaia tak mau menjilat ludahnya sendiri dengan mendatangkan Rice, yang merupakan pemain akademi Chelsea, dengan harga tinggi. Sebab, menurutnya, Chelsea masih bisa mengambil langkah yang lebih efektif.

Hingga akhirnya, Granovskaia mewujudkan proyek besar Lampard lainnya. Yakni mendatangkan sejumlah pemain kelas wahid seperti Timo Werner, Kai Havertz, Ben Chilwell, hingga Hakim Ziyech.

Sialnya, proyek mendatangkan mereka tak berbuah manis. Dan, Lampard jadi sasaran amarah Granovskaia.