Direktur Zakat Wakaf Kemenag Sampaikan Lima Hal

Syahdan Nurdin, pppadaqu
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ada lima hal yang harus diperhatikan saat mengelola organisasi, lembaga, bahkan negara. Hal ini seperti disampaikan Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Drs. H. Tarmizi Tohor MA, pada saat memberikan kata sambutan kegiatan Public Expose 2021 Laznas PPPA Daarul Qur’an yang digelar di Kampus Institut Daarul Qur’an, Kamis (25/2).

“Pertama, regulasi. Kita tidak akan bisa bekerja dengan sempurna tanpa ada aturan yang mengatur,” ujar mantan Kanwil Kemenag Provinsi Riau tersebut.

Ia melanjutkan, Alhamdulillah saat ini Indonesia sudah luar biasa karena memiliki aturan atau regulasi dalam penyelenggaraan negara. “Negara kita ini bukan negara berdasarkan ideologi agama, tapi negara ideologi Pancasila, tapi dapat melahirkan undang-undang dari produk agama. Misalnya UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan yang isinya masih relevan hingga saat ini,” ujarnya.

Sementara jika berbicara dunia zakat dan wakaf, menurutnya, sudah ada juga aturan yang mengatur dua hal tersebut. “Hari ini sudah ada aturan yang mengatur tentang zakat dan wakaf. Kami juga sedang mengkaji ulang undang-undang ini Bersama Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) dan BWI (Badan Wakaf Indonesia,” ujarnya.

Ia kemudian melanjutkan ke poin kedua, yaitu sumber daya manusia. Ia menceritakan pengalamannya saat menjadi ketua amil di tingkat kecamatan pada 2000-an selama beberapa tahun.

Ia mengaku mencatat nama-nama orang miskin di wilayahnya. “Saya menemukan setiap tahun orang miskin selalu bertambah. Maka saya berpikir, untuk apa ini zakat kalau tiap tahun orang miskin selalu bertambah?” katanya.

Namun ia juga menyebutkan, ternyata jumlah donatur juga bertambah, khususnya dari kalangan milenial. “Alhamdulillah, anak-anak milenial sudah mulai sadar dengan gerakan zakat,” katanya.

Yang ketiga, ia menyebut program kerja. “Baik program tahunan, menengah, jangka pendek atau panjang. Jadi bikinlah program. Tahun ini berapa akan diraih, programnya apa. Buatlah program tertulis yang jelas. Tanpa ada program kita tidak akan terarah,” ungkapnya yang sangat perhatian terhadap isu Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) dan istiqomah mencerdaskan masyarakat bahwa wakaf uang tak masuk kas negara melainkan dikelola nadzir.

Selanjutnya, keempat, ia menyebutkan pentingnya memiliki kantor sebagai tempat bekerja. Ia menyebut sering menemukan organisasi zakat dan wakaf yang tidak memiliki kantor. “Banyak organisasi kita kadang-kadang kantornya di kedai kopi. Padahal keberadaan kantor itu penting untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Lalu yang kelima, yang menurutnya merupakan bagian yang paling penting, adalah anggaran. “Sebagus apapun aturan dan program, kalau tidak ada anggaran operasionalnya maka tidak akan berguna,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Jadi kelima hal tadi harus ada. Saya yakin semua hal tadi sudah ada di Laznas PPPA Daarul Qur’an. SDM-nya juga saya lihat sudah bagus.”

Menutup sambutannya, ia mengucapkan selamat kepada Laznas PPPA Daarul Qur’an atas digelarnya kegiatan Public Expose 2021.

“Sekali lagi, selamat kepada Laznas PPPA Daarul Qur'an. Terima kasih, dan saya bangga kepada PPPA Daarul Qur'an karena banyak sekali gerakannya,” pungkasnya sambil mengakhiri sambutannya.