Diringkus Polisi, Maaher Langgar Petuah Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 3 menit

VIVA – Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri baru saja meringkus Soni Ernata alias Maaher At-Thuwailibi. Pria yang mengaku ustaz itu dicokok polisi dari rumahnya di Bogor, Jawa Barat.

Bahkan, Maaher telah ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Pasal 45 ayat 2 Juncto Pasal 28 ayat 2 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal itu berbunyi 'Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)'.

Maaher berurusan dengan hukum setelah dilaporkan ke kepolisian sesuai surat laporan polisi: LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim tanggal 27 November 2020, terkait konten yang disebarkanya di akun Twitter @ustadzmaaher_.

Intinya isi dari kicauan Maaher itu diduga telah menghina dan menebar kebencian terhadap Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah sekaligus Ketua Forum Sufi Internasional, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya.

Selama ini memang Maaher dikenal sebagai orang yang kerap melontarkan perkataan-perkataan kasar terhadap orang-orang atau tokoh-tokoh yang tidak disukainya. Tak jarang juga dia mengeluarkan kalimat tak elok untuk mengomentari kegiatan agama lain. Hanya saja memang dia ditakdirkan kali ini diseret ke ranah hukum.

Jika berkaca lebih jauh, Soni mungkin tak bakal meringkuk di tahanan kalau dia tidak melanggar peringatan atau petuah yang pernah disampaikan tokoh militer nasional, Jenderal TNI (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo.

Jadi Jenderal TNI Gatot pernah dengan tegas mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia, untuk tidak saling mencela. Baik kepada orang yang berbeda keyakinan, agama, ras dan suku. Apalagi kepada antar sesamanya.

Peringatan itu dilontarkan Jenderal TNI Gatot saat masih menjabat Panglima TNI. Bahkan, peringatan itu disampaikan jenderal asal Tegal, Jawa Tengah itu di hadapan Habib Lutfhi, ketika Jenderal TNI Gatot menghadiri Safari Ramadan di Markas Brigade Infanteri 4 Dewa Ratna, Slawi pada 14 Juni 2017.

"Kita harus yakin bahwa agama kita benar. Tapi jangan menjelek-jelekan agama orang lain, tidak menyakiti orang, jangan sombong dan kasar. Karena sifat sombong dan takabur adalah hanya milik Allah," kata Jenderal TNI Gatot dilansir VIVA Militer, Jumat 4 Desember 2020 dari siaran resmi Pemprov Jawa Tengah.

Menurut Jenderal TNI Gatot, setiap agama pasti mengajarkan kebaikan. Sehingga tidak ada alasan menjadikan agama sebagai alat permusuhan, perang antarsesama, dan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Nanti kita berdoa bersama, dan inilah wujud Indonesia bahwa tentara, polisi, dan masyarakat bersatu. Semoga Allah meridhoi kita semua, kita memberikan pengabdian yang baik dan harta untuk NKRI yang kita cintai bersama," kata Jenderal TNI Gatot.

Perlu diketahui pula, Habib Luthfi merupakan sosok ulama yang dikenal paling dekat dengan TNI, terutama dengan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Jenderal penyandang empat bintang emas TNI ini merupakan sosok perwira tinggi TNI yang paling sering bersilaturahmi dengan Habib Luthfi, baik itu di Pekalongan, di Jakarta dan kota-kota lainnya.

Prajurit TNI memiliki kedekatan dengan Habib Luthfi karena beliau dikenal sopan. Baik dalam berbicara, berdakwah maupun bersikap. Baca: Ini Bukti Cinta TNI ke Habib Cucu Asli Nabi Muhammad nan Sopan