Dirjen Bea Cukai: Tak Ada Lagi Biaya Kepabeanan

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono menegaskan tak ada lagi pungutan langsung yang dilakukan oleh Bea Cukai di pelabuhan. Agung mengatakan Bea Cukai tak lagi memungut tarif atas jasa dokumen kepabeanan.

"Dulu memang ada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) bea cukai, tetapi atas usulan pengguna jasa sudah dihapus. Kami hanya pungut bea masuk, pajak impor, itupun bayarnya tidak lewat Bea Cukai," kata Agung usai inspeksi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 8 Juli 2013.

Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah No 1 tahun 2013 tentang Jenis dan Tarif atas PNBP yang berlaku pada Kementerian Keuangan. Agung membantah jika oknum Bea Cukai menarik pungutan liar seperti diberitakan sebelumnya.

"Mungkin kalau ada yang membayar lebih, itu untuk hal lain. Di dalam pelabuhan ada banyak petugas sendiri, misalnya jasa forklift untuk memindahkan kontainer," kata Agung.

Saat ini di Pelabuhan Tanjung Priok terdapat 21 operator terminal. Selain itu terdapat 39 perusahaan tempat penyimpanan sementara (TPS) yang memiliki 70 lokasi."Dalam satu kawasan pabean ini ada banyak TPS dengan manajemen yang berbeda-beda. Idealnya memang 1 pengelola TPS saja," kata Agung.

BERNADETTE CHRISTINA

Topik Terhangat

Karya Penemu Muda | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | Bencana Aceh

Berita Terkait

Bea Cukai Balikpapan Musnahkan Pakaian Senilai 7 M 

Selundupkan Sabu, Warga Taiwan Ditangkap di Juanda

Bea Cukai Semarang Sita 16 Ribu Ponsel Ilegal

Bea Cukai Sita 16 Ribu Telepon Selular Ilegal 

Sekolah Dasar di Subang Masih Lakukan Pungli  

 

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler