Dirjen Cipta Karya Tetap Jalankan Program Kotaku Di Tengah Pandemi

1 / 1

Dirjen Cipta Karya Tetap Jalankan Program Kotaku Di Tengah Pandemi

RumahCom – Seiring dengan hadirnya pandemi Covid-19 di Indonesia yang hampir membuat terpuruk segala lini sektor termasuk sektor properti, membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar webinar Disaster Pandemi Aspect in Infrastructure Strategic Concept yang diikuti hampir 200 peserta.

Menurut sumber terkait, Sugiyartanto selaku Kepala BPSDM menyatakan bahwa ia dan pihaknya tidak bisa tinggal diam menunggu pandemi Covid-19 ini berakhir dengan sendirinya, maka dari itu ia dan pihaknya mencanangkan terobosan dan inovasi terbaru dengan tetap melaksanakan kediklatan melalui virtual seperti hal diatas tersebut.

Hal ini, kata Sugiyartanto, senada dengan visum PUPR 2030 dan arahan Presiden bahwa Aparatur Sipil Negara harus mampu kompetitif, global dan antisipatif terhadap kondisi birokrasi yang berkelas dunia pada tahun 2045.

Webinar menghadirkan tiga panelis, yakni Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono, Direktur Jenderal Cipta Karya Danis Sumadilaga, dan Pengamat Tata Kota dan Transportasi dari ITS Putu Rudy Setiawan.

Sementara itu kebijakan untuk menggenjot perekonomian pasca berakhirnya pandemi Covid-19 ini yaitu dengan membangun infrastruktur penunjang pariwisata di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado-Bitung-Likupang.

Disamping itu, berbagai macam dimensi lain juga sangat penting untuk dibahas, seperti penataan kawasan kumuh perkotaan dalam rangka menghadapi bencana pandemi Covid-19 serta smart city sebagai konsep penataan kawasan perkotaan yang tangguh bencana non-alam/pandemi.

Direktur Jenderal Cipta Karya Danis Sumadilaga mengatakan permukiman kumuh sangat identik dengan pemukiman padat yang tidak sehat. Ini membuat para penghuninya sangat rentan tertular penyakit berbahaya seperti virus Covid-19, yang baru-baru ini sedang melanda Indonesia. 

Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menyiapkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), yakni penanganan kawasan kumuh perkotaan dilakukan dengan skala lingkungan dan mendorong perubahan sikap masyarakat serta memupuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Melalui Program Kotaku dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan begitu diharapkan masyarakat memiliki ketahanan terhadap wabah penyakit termasuk pandemi Covid-19,” ujar Danis.

Program Kotaku merupakan kolaborasi dengan memposisikan pemerintah daerah sebagai nakhoda atau pelaku utama kegiatan serta pemberdayaan masyarakat. 

Pada tahun 2020 dilaksanakan tersebar di 364 kelurahan seluruh Indonesia dengan anggaran sebesar Rp382 miliar. Program Kotaku merupakan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat untuk mendukung program 100-0-100 yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Program Kotaku di samping menjalankan program reguler seperti perbaikan saluran drainase, perbaikan jalan lingkungan, pembangunan septic tank biofil komunal, juga melakukan pembagian masker, penyediaan alat cuci tangan, penyemprotan desinfektan, dan pembagian sembako.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.