Dirjen EBTKE: Lebih Mudah Hemat Energi Ketimbang Bangun Pembangkit

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lebih insentif mendorong perilaku hemat energi kepada para generasi muda. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana di Jakarta, Jumat (6/4).

"Lebih gampang menghemat energi daripada membuat pembangkit," pesan Dadan saat membuka SDG Talks: Save Energy, Stay Eco Friendly yang diselenggarakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia secara virtual.

Budaya hemat energi, sambung Dadan, diharapkan tumbuh dan mengakar kuat di kalangan mahasiswa. Dengan begitu, mahasiswa bisa menjadi garda terdepan untuk menjadi duta dan pebisnis konservasi energi.

Menurut Dadan, konservasi energi bisa menjadi lahan bisnis baru bagi para milenial Indonesia. Apalagi isu lingkungan dan energi bersih telah mengemuka di kalangan masyarakat global. Hal ini ditandai dengan mulai maraknya startup yang beroperasi dalam meningkatkan penghematan energi baik itu pada rumah tangga maupun pada bangunan komersial.

"Pendekatannya dilakukan melalui ilmu kekinian yang dipahami, didekati, dan dikuasi oleh para pemuda," jelasnya.

Berkembanganya bisnis-bisnis baru energi bersih berbasis teknologi skala starup di dunia harus dijadikan peluang dalam membuka ruang kontribusi kepada milenial di sektor energi baru terbarukan.

"Saatnya mempersiapkan generasi muda untuk mulai aktif berkontribusi mengembangkan EBT. Diharapkan generasi muda sudah mulai masuk (bisnis)," ungkapnya.

Saat ini, Pemerintah tengah menyelaraskan regulasi baru berupa Peratutan Pemerintah mengenai konservasi energi sehingga diharapkan menciptakan pangsa pasar di Indonesia.

"Di Indonesia, potensi energy saving masih besar, sehingga potensi market untuk Energy Services Company (ESCO) masih besar," tegas Dadan.

Pengembangan bisnis EBT di kalangan mahasiswa dinilai Dadan sebagai langkah yang cukup stretagis. Untuk itu, pemerintah gencar melakukan sosialisasi langsung ke berbagai kampus.

"Ini cara yang strategis bagi generasi muda untuk membuka martket (EBT)," kata Dadan.

Kementerian ESDM sendiri akan terus memfasilitasi berbagai pihak yang ingin membangun bisnis EBT sehingga percepatan pengembangan bauran EBT bisa dilakukan secara gotong royong.

"Tidak mungkin Pemerintah masuk ke seuruh aspek. Semua harus sama - sama kembangkan marketnya, kembangkan industrinya," pungkas Dadan.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel