Dirjen Hubdat lakukan inspeksi keselamatan di Terminal Purwokerto

·Bacaan 2 menit

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi melakukan inspeksi keselamatan di Terminal Bus Tipe A Bulupitu Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dalam rangka persiapan masa Angkutan Lebaran 2022.

Dalam inspeksi yang dilakukan Sabtu petang, Dirjen Hubdat yang didampingi Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Banyumas Komisaris Polisi Arie Prayitno dan sejumlah pejabat lainnya mengecek sejumlah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang akan diberangkatkan dari Terminal Purwokerto.

Selain itu, dilakukan pengecekan terhadap sejumlah fasilitas di Terminal Purwokerto, salah satunya ruang tunggu eksekutif. Dirjen juga menyempatkan berbincang-bincang dengan calon penumpang yang sedang menunggu kedatangan bus.

Saat ditemui wartawan, Dirjen Hubdat mengaku ingin melakukan pengecekan secara diam-diam di Terminal Purwokerto.

"Saya ingin tahu bagaimana kondisi terminal sekaligus menyangkut masalah meyakinkan bahwa beberapa bus yang ada di Terminal Purwokerto ini dilakukan 'ram check' (inspeksi keselamatan terhadap kendaraan umum secara rutin, red.) oleh petugas-petugas dari Perhubungan, dan hari ini ada beberapa kendaraan yang akan berangkat. Di belakang saya akan berangkat ke Surabaya, tadi ada Sinar Jaya mau ke arah Merak juga ke Jakarta, alhamdulillah sudah dilakukan 'ram check'," katanya.

Ia mengatakan saat berkomunikasi dengan beberapa penumpang diketahui bahwa dengan adanya perbaikan di Terminal Purwokerto, sekarang banyak masyarakat yang berminat untuk kembali menggunakan bus meskipun belum memasuki masa angkutan lebaran.

Bahkan, kata dia, sebagian dari penumpang tersebut pernah menggunakan jasa mobil travel gelap dan sekarang mereka lebih senang serta nyaman dengan menggunakan bus.

Lebih lanjut, Budi mengatakan pihaknya juga berkomunikasi dengan pengemudi bus untuk meyakinkan bahwa kendaraannya sudah dilakukan "ram check", artinya secara fisik semua panel dari kendaraan itu bekerja dengan baik, tinggal bagaimana kondisi pengemudinya.

"Nah kondisi pengemudi, saya tadi juga sempat berbicara dengan para pengemudi, mereka juga akan bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan aspek keselamatan kendaraan selama angkutan lebaran ini," kata pria asli Purwokerto itu.

Ia mengatakan jika dalam "ram check" ditemukan ada beberapa persoalan yang tidak sejalan, baik minor maupun mayor, harus dilakukan mitigasi.

"Kalau mayor, pastinya perbaikan cukup besar, kami kembalikan kepada pihak operatornya. Tapi kalau minor mungkin menyangkut masalah kaca, wiper, dan sebagainya bisa dilakukan perbaikan pada saat di terminal ini," katanya menjelaskan.

Saat ditanya mengenai persoalan yang sering ditemukan dalam "ram check", Dirjen Budi mengatakan saat dilakukan pengecekan di beberapa terminal yang ada di Jakarta, rata-rata menyangkut masalah surat-surat atau dokumen seperti perizinan yang tidak lengkap dan uji berkala yang dilupakan. "Kalau uji berkala kan enam bulan sekali untuk kendaraan bus," katanya.

Terkait dengan hal itu, dia mengharapkan nantinya dengan makin banyaknya permintaan seiring dengan meningkatnya pergerakan masyarakat selama Lebaran, pengemudi maupun operator menjadi subjek bersama dengan pemerintah dalam rangka menyelenggarakan angkutan lebaran yang sehat dan aman.

Baca juga: Menhub sarankan masyarakat mudik lebih awal untuk hindari kemacetan

Baca juga: Kemenhub tambah kuota mudik gratis Lebaran 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel