Dirjen PHU imbau jamaah jangan paksakan diri lontar jumrah

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief mengimbau jamaah haji agar tidak memaksakan diri untuk melontar jumrah, karena membutuhkan kondisi fisik yang sehat.

"Kepada jamaah, saya tetap ingin memberikan semangat untuk menyempurnakan prosesi haji ini, tidak semua punya kondisi fisik yang sama, tapi saya kira semangatnya sama-sama besar ini yang kita dukung," kata Hilman, di Jamarat, Arab Saudi, Sabtu.

Badal merupakan alternatif bagi jamaah yang tidak sanggup melakukan proses tertentu sebagaimana tuntunan syariat, maka proses yang bisa dibadalkan sebaiknya dibadalkan, kata Hilman.

Misalnya bagi jamaah yang kakinya sakit. Namun, ia berharap semua jamaah haji Indonesia bisa melakukannya lontar jumrah secara mandiri terlebih lagi kondisi Jamarat yang relatif sepi.

"Mumpung situasi lengang, terkondisi jadi saya berharap kita dorong jamaah dengan semangat bersama," katanya pula.

Ia memastikan tenaga pembadal haji sudah siap, dan dari Kemenag khususnya di Dirjen PHU sudah banyak yang disiagakan.

Bahkan sejak pelaksanaan wukuf di Arafah juga untuk proses ke Muzdhalifah sudah disiapkan tenaga pembadal haji, baik untuk jamaah yang meninggal, bahkan ada yang untuk mengganti satu anggota haji tahun 2019 yang sempat tidak terlaksana badalnya.

"Insya Allah tertunaikan," ujar Hilman seraya mendoakan kepuasan jamaah banyak dan sanggup melaksanakan proses ibadah haji sampai selesai.
Baca juga: Jamaah haji banyak kelelahan di jalur Jamarat
Baca juga: Menag: Lontar jumrah sore hari sudah tepat karena Jamarat relatif sepi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel