Dirjen Vokasi serahkan 113 surat keputusan prodi sarjana terapan

·Bacaan 1 menit

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto menyerahkan sebanyak 113 surat keputusan program studi sarjana terapan atau D4.

"Pemberian dana competitive fund pada perguruan tinggi vokasi ini bertujuan untuk meningkatkan program studi yang sebelumnya D3 menjadi D4 atau sarjana terapan, " ujar Wikan dalam sosialisasi competitive fund vokasi 2022 dan peluncuran SK Transformasi D3 ke D4 di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis.

Dia menjelaskan pemberian sebanyak 113 surat keputusan tersebut berasal dari 45 perguruan tinggi. Wikan menambahkan peningkatan program studi dari D3 ke D4 tersebut, dilakukan secara sukarela atau tidak ada paksaan.

Baca juga: Pemerintah fasilitasi mahasiswa vokasi belajar di kampus ternama

"Ini masih tahap awal, diperkirakan masih banyak lagi perguruan tinggi yang akan meningkatkan program studinya dari D3 ke D4, " tambah dia.

Wikan menjelaskan pihaknya tidak akan mengejar kuantitas seperti berapa banyak jumlah lulusan yang diserap maupun perguruan tinggi yang melakukan MoU. Akan tetapi, lebih pada kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan memiliki kompetensi.

"Nanti kami akan melakukan survei, mulai dari berapa pendapatan lulusan, bagaimana kariernya. Jadi tidak hanya sekedar terserap, " terang dia.

Wikan berpesan agar peningkatan status program studi, harus diikuti dengan peningkatan kualitas , kurikulum disusun dengan industri sehingga industri bisa melakukan sumbang saran, dan juga peningkatan kompetensi nonteknis dengan pembelajaran berbasis proyek.

"Kompetensi mahasiswa program sarjana terapan harus lebih baik jika dibandingkan dengan lulusan D3. Juga ke depannya diharapkan memiliki karir yang lebih baik pula, " harap dia. ***3***

Baca juga: Membedah program pendidikan vokasi melalui Sanlat Ramadhan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel