Dirlantas: Hormati Sesama Pemakai Jalan, Pesepeda Jangan Arogan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo meminta para pesepeda road bike tidak arogan di jalan raya. Mereka diminta tidak menguasai jalan untuk kelompok sendiri.

Hal ini menyusul foto viral pesepeda motor mengacungkan jari tengahnya ke rombongan pesepeda road bike yang melaju di lajur kanan jalan raya. Pengendara roda dua itu diyakini nampak kesal dengan pesepeda road bike yang memakai lajur kanan jalan raya yang sejatinya diperuntukan bagi kendaraan bermotor yang hendak mendahului. Dia mengimbau sesama pengguna jalan harus saling menghormati.

"Hormati sesama pemakai jalan. Patuhi Undang-undang Lalu Lintas. Jangan arogan menguasai seluruh lajur jalan. Beri kesempatan kepada kendaraan bermotor untuk bisa menyalip dari kanan," kata dia kepada wartawan, Senin 31 Mei 2021.

Dia menambahkan, saat ini tengah disiapkan juga lajur khusus sepeda road bike. Apabila lajur tersebut telah beroperasi nanti, maka penuh pihaknya akan menindak tegas para pesepeda road bike yang nekat keluar lajur mereka.

Sanksi itu, kata Sambodo, sesuai dengan yang tertera di Pasal 299 Undang-Undan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal itu berbunyi 'Setiap orang yang mengendarai kendaraan tidak bermotor yang dengan sengaja berpegang pada kendaraan bermotor untuk ditarik, menarik benda-benda yang dapat membahayakan pengguna jalan lain, dan/atau menggunakan jalur jalan kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 huruf a, huruf b, atau huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp100 ribu.

"Ada pelanggaran UU lalulintas. Pasal 299 UU LLAJ," katanya.

Jalur khusus yang dimaksud Sambodo adalah Jalan Layang Non Tol (JLNT). Penggunaan jalan itu untuk aktivitas road bike masih tahap uji coba. Meski begitu, dirinya belum tahu kapan jalur khusus untuk road bike resmi beroperasi. Hingga kini uji coba belum ada batas waktunya.

"Kami siapkan jalur khusus road bike. Setelah jalur itu operasional kami akan mulai penindakan tegas terhadap para bikers. Belum dibahas," kata Sambodo lagi.

Sebelumnya diberitakan, 100kpj.com, seorang pengendara motor Honda Beat seketika viral di media sosial. Ini menyusul aksinya yang marah kepada rombongan pesepeda yang terekam dalam sebuah foto.

Mengutip dari akun Goshow.cc, rombongan sepeda tersebut melintasi di daerah Dukuh Atas. Para pesepeda yang menggunakan lane kanan hendak kembali tetapi ada bus yang menghalangi pada persimpangan underpass.

Foto tersebut seketika viral, dan netizen banyak mendukung kepada pemotor itu. Sebab, jalur untuk sepeda memang sudah ada. Plat AA pun menjadi trending nomor satu di Twitter.

"Berani beraninya ama pejuang antipolusi ibukota," tulis keterangan postingan foto itu di akun Twitter @samartemaram.

"Pengendara motor beat sangat mewakili perasaan pemotor lain," komentar salah satu netizen.

"Ya gimana ya, kadang kalo ditlakson satu dua kali ga minggir kok. klo lagi santai mah gpp tpi klo lagi buru2 udah jalanan diembat semua, ga ngasih jalan pdahal udah ditlakson berkali2 ya emosi juga lah," cuit akun lainnya.

Aturan bersepeda sendiri memang sudah dibuat melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang keselamatan pesepeda di Jalan. Yakni, lajur sepeda adalah bagian Jalur yang memanjang, dengan atau tanpa marka Jalan.

Baca juga: Pemotor Acungkan Jari Tengah ke Pesepeda, Ini Reaksi Kadishub DKI