Dirut BRI Sunarso: Cari Pinjaman Rp 5 Juta, Banyak Pengusaha Mikro Lari ke Rentenir

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pangsa pasar penyaluran kredit ke sektor mikro dan ultra mikro masih sangat besar. Hal ini pun menjadi peluang bagi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk masuk ke pasar tersebut.

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, berdasarkan dari internal perusahaan mencatat ada 57 juta pengusaha ultra mikro yang berpotensi mendapatkan pembiayaan dengan plafon di bawah Rp 10 juta.

"Total segmen mikro yang kreditnya di bawah 10 juta ini masih ada 57 juta pengusaha ultra mikro ini potensial," kata Sunarso dalam Laporan kinerja Keuangan Bank BRI secara virtual, Jakarta, Jumat, (29/1/2021).

Namun, dari jumlah tersebut yang baru terlayani mendapatkan pembiayaan hanya 20 persen saja. Sementara 80 persen lainnya belum tergarap baik oleh lembaga keuangan formal maupun informal.

Artinya, dari 57 juta penguhsa mikro tersebut, yang sudah mendapat pembiayaan baru sebesar 11,40 juta pengusaha. Masih ada 45,60 juta pengusaha yang membutuhkan tambahan dana.

"Yang baru terlayani ini sekitar 20 persen saja. Jadi kita harus sasar yang 80 persen itu belum terlayani," kata dia.

Pengusaha mikro ini masih membutuhkan pendanaan yang cukup besar. Namun, kata Sunarso masih sedikit pengusaha mikro yang tersentuh lembaga pembiayaan formal.

Pendanaan yang mereka butuhkan pun sekitar Rp 5 juta rupiah. Namun sulitnya akses menuju lembaga formal, membuat pengusaha ultra mikro ini meminjam dari rentenir.

"Mereka sekarang ini cari sumber pendanaan sekitar Rp 5 juta ini dilayani sama rentenir dengan bunga yang mahal," kata dia.

Pinjam dari Kerabat

Direktur Utama Bank BRI Sunarso.
Direktur Utama Bank BRI Sunarso.

BRI juga mencatat ada 7 juta pengusaha ultra mikro yang meminjam modal dari kerabat. Selain itu, terdapat 18 juta pengusaha mikro yang tidak mengetahui kemana harus mencari sumber pendanaan untuk melanjutkan usahanya.

"Masih ada 18 juta (pengusaha ultra mikro) yang tidak tahu harus pinjam kemana," kata dia.

Untuk itu, segmen ulta mikro ini menjadi pasar yang empuk dari penyaluran kredit pembiayaan. Sehingga bank plat merah ini akan terus melakukan ekspansi kepada pengusaha ultra mikro.

"Kita akan cari sasaran lebih kecil-kecil tapi banyak dan prosesnya digital," kata dia.

Dia juga akan membuat program pembiayaan yang cocok untuk segmen ini. Misalnya dengan tenor pinjaman yang lebih pendek karena kegunaanya untuk kebutuhan modal harian.

"Tenornya bisa lebih pendek, karena mereka butuhnya harian. Mudah-mudahan kita bisa melayani semurah mungkin," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com