Dirut INTI Mundur Karena Masalah "Keuangan"

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi (INTI) Irfan Setiaputra, Senin, di Jakarta, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya, digantikan Tikno Sutisna yang sebelumnya menjabat Direktur Corporate Services INTI.

"Pengunduran diri saya karena alasan pribadi, murni karena "financial plan" (rencana keuangan). Sekarang ini saya termasuk orang yang "mantab" (makan tabungan--red), jadi saya ingin pindah ke perusahaan yang memang bisa mengatasi masalah keuangan saya," ujar Irfan, di Kantor Kementerian BUMN.

Menurut Irfan dirinya sesungguhnya sudah sejak Juni 2012 mengajukan surat pengunduran diri kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan, namun baru sekarang dikabulkan.

"Tidak ada masalah dengan direksi lainnya termasuk dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Jangan diartikan saya mundur karena ada sesuatu yang tidak beres," ujarnya.

Pengunduran diri Irfan sebagai orang nomor satu di perusahaan jasa teknologi dan informasi ini memang mengejutkan bagi sebagian kalangan karena baru bertugas selama 3 tahun empat bulan.

"Suksesi di dalam suatu perusahaan merupakan hal yang biasa. Jadi boleh dong saya mengundurkan diri untuk mencari yang terbaik di luar sana," ujarnya.

Menurut catatan, Irfan bergabung dengan perusahaan milik negara ketika Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Sofyan Djalil.

"Saya waktu itu mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menangani INTI. Saya sudah menjalankan tugas saya. Saatnya sekarang minta izin untuk mengundurkan diri," ujarnya.

Irfan memberi bocoran, untuk selanjutnya pada awal Agustus 2012 ia segera mulai aktif sebagai CEO pada perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan.

"Saya kembali ke swasta, tapi pada industri yang berbeda. Tidak lagi pada industri teknologi dan informatika," ujarnya.

Irfan kelahiran Jakarta, 24 Oktober 1964 ini adalah insinyur lulusan Teknik Informatika ITB tahun 1989.

Memulai karir sebagai System Analyst, dan kemudian bergabung di berbagai perusahaan termasuk IBM Indonesia, LinkNet, Managing Director of Linknet Internet Access Broadband Services Business Group in Across Asia Multimedia (AAM).

Pada tahun 2002-2009, Irfan menduduki posisi sebagai Managing Director PT Cisco Systems Indonesia. Di Cisco, Irfan berhasil meningkatkan bisnis Cisco Indonesia dari 25 juta dolar AS menjadi 125 juta dolar AS.

Posisi Managing Director Cisco Indonesia dipegangnya selama 7 tahun, sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan INTI sebagai Direktur Utama.

Irfan menceritakan, ketika dirinya masuk ke BUMN dirinya sempat mengalami penurunan gaji hingga 50 persen dibanding ketika masih di Cisco.

"Sesungguhnya, bekerja di BUMN merupakan tantangan dan harus siap digaji kecil. Menjadi dirut pada BUMN yang gaji direksinya tergolong kecil seperti INTI itu menjadi tantangan," ujarnya.

Tetapi tambah Irfan, bahwa BUMN seharusnya sudah dapat dijadikan sebagai "center of excellent" (pusat pemasok para CEO--red), jadi bukan yang justru menerima CEO dari luar BUMN. (tp)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...