Dirut Lince Jadi Tersangka Korupsi Pengerukan Sungai

Jambi (ANTARA) - Kejaksaan Tinggi Jambi menetapkan satu lagi tersangka dugaan korupsi pengerukan alur Sungai Batanghari, Jambi, yakni Direktur Utama PT Lince Romauli Raya.

Asisten Intelejen Kejati Jambi Wito di Jambi, Rabu, mengatakan Tonggung Napitupulu, dirut PT Lince Romauli Raya, resmi menjadi tersangka menyusul enam tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi pengerukan alur Sungai Batanghari yang meruguikan negara Rp5,3 miliar pada 2010.

Tonggung Napitupulu ditetapkan sebagai tersangka karena yang bersangkutan telah memberikan kuasa kepada Wahyu Asoka dan Gerry Iskandar sebagai pelaksana proyek yang melibatkan mantan Kepala Adpel Jambi Bily Picarima.

Dengan demikian dalam kasus ini sudah ada tujuh tersangka. Terakhir pihak kejaksaan menahan satu tersangka atas nama Wahyu Asoka yang menjadi salah satu rekanan dalam pengerjaan pengerukan alur Sungai Batanghari tersebut.

Tersangka Wahyu Asoka jabatannya dalam kasus ini adalah sebagai kuasa Direktur PT Lince Romauli Raya yang turut serta mengerjakan proyek pengerukan itu.

Dalam kasus ini sudah ada dua tersangka yang ditahan Kejati Jambi yakni pertama tersangka Billy Picarima mantan Kepala Adpel Jambi sebagai pengguna anggaran dan kedua rekanan yakni Wahyu Asoka, sedangkan lima tersangka lainya dalam waktu dekat akan diperiksa.

Para tersangka yang ditahan Wahyu dan Bily dikenakan sesuai dengan pasal 2 dan 3 jo pasal 18 UU Nomor 3 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 KUHP.

Kejujuh tersangka kasus korupsi pengerukan Sungai Batanghari Jambi itu adalah Billy Picarima mantan Kepala Adpel Jambi, Sutrisno Dikretur Proyek Manajer PT Lince dan Arief Hidayat Direktur Multi Haksa Guna Karya, Gerry Iskandar, Toha Maryono serta Wahyu Asoka rekanan atau pihak ketiga dari PT Lince dan Tonggung Napitupulu Dirut PT Lince.

Kasus pengerukan alur Sungai Batanghari pekerjaanya fiktif atau ada yang tidak dikerjakan oleh para tersangka.

Anggaran pengerukan alur Sungai Batanghari Jambi itu ada pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang dikerjakan pada tahun anggaran 2011 dengan kegiatan pengerukan alur pelayaran pelabuhan Talang Duku hingga Jambi.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT LRL dengan uraian pekerjaan melaksanakan mobilisasi dan demobilisasi peralatan keruk atau kapal keruk serta anak buah kapal.

Pekerjaan pengerukan berlokasi di Sungai Batanghari jalur pelayaran dengan pencapaian kedalaman minimal -6.0 meter LWS dan kemiringan 1:4 sedangkan volume keruk sebanyak 279.000 M3 dengan jenis material keruk adalah lumpur.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.