Dirut Pasar Jaya: Penutupan Kios di Tanah Abang Berdasarkan Lantai Ganjil Genap

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Waktu tutup Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami perubahan saat pelaksanaan pengendalian pengawasan protokol kesehatan. Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin menyatakan, waktu penutupan pasar dibagi menjadi dua kali yakni pukul 16.00 dan 17.00 WIB.

"Toko yang berada di lantai ganjil diminta tutup pukul 16.00 WIB dan yang berada di lantai genap tutup pukul 17.00 WIB," kata Arief dalam keterangan tertulis, Senin (3/5/2021).

Arief mengatakan, hal tersebut guna mencegah terjadinya penumpukan keluar pengunjung Pasar Tanah Abang secara bersamaan. Selain itu, Arief berharap tidak ada penumpukan pembeli di satu lokasi saja.

"Agar masyarakat tidak berkerumun dan mencari lokasi lainnya mengingat cukup banyak toko menjual produk serupa di kawasan Pasar Tanah Abang," jelas dia.

KRL Tidak Berhenti di Stasiun Tanah Abang Pukul 15.00-19.00 WIB

Penumpang menunggu KRL di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021) sore. Menurut keterangan petugas, antrean panjang tersebut hampir terjadi setiap harinya saat bulan Ramadhan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Penumpang menunggu KRL di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021) sore. Menurut keterangan petugas, antrean panjang tersebut hampir terjadi setiap harinya saat bulan Ramadhan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara itu, sejumlah perjalanan KRL tidak akan berhenti di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat pada pukul 15.00 sampai 19.00 WIB mulai Senin (3/5/2021).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan, Stasiun Tanah Abang juga tidak akan melayani penumpang keluar ataupun masuk.

"Penumpang dari arah Rangkasbitung atau Parungpanjang atau Serpong (lintas barat) layanan hanya sampai Stasiun Palmerah," kata Syafrin saat dihubungi, Minggu (2/5/2021).

KRL dari arah Bogor, Depok, Nambo-Angke atau Jatinegara PP juga tidak melayani naik turun penumpang pada waktu tersebut di Stasiun Tanah Abang.

"Pengguna diwajibkan naik turun dari Stasiun Karet, Duri atau Angke," ucapnya.

Nantinya lanjut Syafrin, pelaksanaan pengendalian untuk kawasan Tanah Abang tersebut akan terus dilakukan evaluasi. "Menyesuaikan dengan data dan respon pengguna untuk hari-hari berikutnya," jelas dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: