Dirut Pertamina: Saat Ini Tak Ada Kebijakan Menghapus Pertalite

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berencana menghapus bahan bakar minyak dengan oktan rendah dibawah RON 91. Itu berarti setara Premium dan Pertalite yang masing-masing memiliki kadar oktan RON 88 dan RON 90.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menegaskan hingga saat ini belum ada kebijakan untuk meniadakan Pertalite. Ia menyebut langkah saat ini adalah mendorong masyarakat menggunakan BBM dengan oktan tinggi.

"Nah tahapan berikutnya itu seperti apa? kami pun akan mendorong masyarakat untuk menggunakan yang lebih baik lagi. supaya tadi ada kesesuaian dengan ketentuan minimum RON 91 kemudian lari ke Pertamax," katanya di Istana Wakil Presiden, Selasa (28/12/2021).

"Tetapi tidak ada kebijakan hari ini yang untuk menghapuskan pertalite. Itu tidak ada," imbuhnya.

Ia menegaskan, pihaknya dalam hal ini mendorong upaya edukasi kepada masyarakat. Tujuannya untuk sama-sama merasakan manfaat dari program langit biru yang dicanangkan sejak 2020.

Ia pun menyebut Pertalite masih akan ada di pasaran. Namun ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik.

"Jadi pertalite ini masih ada di pasar, jadi silahkan, tapi kami mendorong agar menggunakan yg lebih baik yaitu pertamax supaya kita bisa memberikan kontribusi terhadap penurunan karbon emisi di indonesia," kata Nicke Widyawati.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kurangi Emisi Karbon

Pengendara motor mengisi bahan bakar di SPBU kawasan Jakarta, Senin (27/12/2021). Pemerintah berencana untuk menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite dari peredaran secara bertahap dalam rangka peralihan penggunaan energi bersih. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengendara motor mengisi bahan bakar di SPBU kawasan Jakarta, Senin (27/12/2021). Pemerintah berencana untuk menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite dari peredaran secara bertahap dalam rangka peralihan penggunaan energi bersih. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada kesempatan yang sama, Nicke menyebut imbauan kepada masyarakat ini sesuai dengan ketentuan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang pengurangan emisi karbon. Dalam aturan itu dimuat rekomendasi penggunaan BBM dengan tingkst RON 91.

"Jadi ini dasarnya. Nah kita melihat bagaimana tahapan yang dilakukan karena bapak presiden sendiri mengatakan bahwa harus melihat juga aspek lain dalam impementasinya," kata dia.

Mengenai aspek ini, Nicke menyebut diantaranya adalah Affordability dan Supply. Artinya keterjangkauan harga dan pasokan dari Pertamina.

"Oleh karena itu mulai pertengahan tahun 2020, pertamina sudah melakukan atas izin pemerintah sdh melakukan program yg kita sebut program langit biru. Program langit biru ini sebetulnya mendorong masyarakat untuk membeli shifthing dari premium ke pertalite," katanya.

Caranya, mulai Juni 2020, Pertamina memberikan diskon Pertalite seharga Premium untuk mendorong peralihan.

"Dan ini alhamdulilah kesadaran masyarakat menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan ini meningkat," katanya.

Infografis Tahapan Penghapusan Premium dan Pertalite

Infografis Tahapan Penghapusan Premium dan Pertalite. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Tahapan Penghapusan Premium dan Pertalite. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel