Dirut :Petrokimia lakukan inovasi jaga ketahanan pangan

Subagyo
·Bacaan 2 menit

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi mengatakan, perusahaannya merespon pandemi COVID-19 dengan menghadirkan sejumlah inovasi, supaya mampu menjaga pertanian sebagai benteng ketahanan pangan nasional.

"Tantangan selama COVID-19 ini adalah menjaga pertanian sebagai benteng ketahanan pangan nasional. Dan sektor ini harus tangguh dalam membantu stabilitas ekonomi serta mampu menyediakan makanan sehat bagi masyarakat dalam jumlah yang cukup untuk meningkatkan imunitas tubuh," kata Rahmad, dalam keterangan persnya, Jumat.

Rahmad saat menjadi Inspektur Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Petrokimia Gresik secara virtual mengatakan, Petrokimia Gresik membaca krisis ini ibarat pedang bermata dua yang menghadirkan peluang dan tantangan.

Mencermati hal tersebut, Petrokimia merespon dengan meluncurkan inovasi terbaru, yaitu "Phonska OCA" yang merupakan gabungan pupuk majemuk NPK dengan pupuk organik dalam bentuk cair, serta diperkaya mikroba.

Phonska OCA, merupakan produk organik yang diproduksi sepenuhnya dengan 100 persen bahan baku dalam negeri. Sehingga disamping dapat meningkatkan produksi pertanian, juga mampu mengurangi ketergantungan pada sumber hara impor.

"Bagi Petrokimia Gresik, Phonska OCA merupakan bagian dari program transformasi untuk menandai masa depan baru bagi perusahaan dan pertanian tanah air," katanya.

Petrokimia, kata dia, juga memliki strategi untuk terus berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional melalui penyediaan solusi bagi agroindustri menuju pertanian berkelanjutan.

Sebelumnya, Rahmad mengakui, terganggunya rantai pasok global memberikan peluang bagi Petrokimia Gresik untuk meningkatkan ekspor.

Selama Maret-Juni 2020 terjadi lonjakan ekspor untuk produk Urea, NPK, NPS dan ZK. Pada Maret 2020 Petrokimia melakukan ekspor Urea sebanyak 33.000 ton ke Meksiko, sehingga volume ekspor pupuk pada semester I tahun 2020 (253 ribu ton), hampir menyentuh volume ekspor sepanjang tahun 2019 (392 ribu ton).

"Kami menangkap peluang di tengah wabah ini, sekaligus menjawab tantangan yang disampaikan Menteri BUMN bapak Ercik Thohir bahwa perusahaan negara harus bertransformasi menjadi perusahaan bertaraf internasional dan berdaya saing di pasar global," katanya.

Ia berharap, Petrokimia Greaik yang memasuki usia ke-48 ini juga dapat terus berkontribusi secara nyata, dan berkembang untuk bangsa, masyarakat dan pemegang kebijakan.


Baca juga: Petrokimia dukung percepatan masa tanam di enam daerah Jatim

Baca juga: Petrokimia pastikan penyaluran pupuk tidak terganggu PSBB

Baca juga: Hingga Juni, Petrokimia kucurkan Rp9,79 miliar bantuan UMKM