Dirut PLN: Banyak Pengemudi Ojek Online Ingin Beralih ke Motor Listrik

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa saat ini banyak pengemudi ojek online yang mulai memakai motor listrik karena lebih hemat dibandingkan BBM. Hanya saja, dalam proses pengisian daya motor listrik membutuhkan waktu.

"Buat pengguna kendaraan listrik, spesifik ojek online, timing sangat penting," kata Darmawan dalam Focus Group Discussions (FGD) dikutip di Jakarta, Selasa (26/7).

Untuk menjawab kebutuhan ini, penting adanya stasiun penukaran baterai (battery swap station). Sehingga PLN akan mempercepat pengembangan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) lebih masif. Mengingat tingginya antusias masyarakat terhadap kendaraan listrik. Utamanya pada pengguna motor listrik.

"Dengan SPBKLU, tidak sampai 5 menit untuk penggantian baterai sehingga tidak memakan waktu yang lama. Kalau ini bisa diperbanyak SPBKLU, tentu akan memudahkan mereka," ujar Darmawan.

Sebelumnya, PLN telah memulai dengan program-program ekosistem EV (Electric Vehicle). PLN telah membuat SPKLU, home charging, layanan listrik yang prioritas untuk fasilitas EV.

Termasuk juga sistem digital yang terintegrasi dengan PLN Mobile. Namun, penguatan ekosistem EV harus terus dilakukan dengan kolaborasi semua pihak.

"PLN membuka diri berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," pungkas Darmawan.

Pemerintah Target 6 Juta Unit Sepeda Motor Listrik Mengaspal Hingga 2025

Pemerintah menargetkan ada 6 juta unit sepeda motor listrik mengaspal hingga 2025. Ini sebagai langkah mengurangi emisi karbon dan menghemat konsumsi bahan bakar minyak.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial mengatakan, pemerintah melibatkan beragam pemangku kepentingan untuk mencapai target tersebut, di antaranya mengikutsertakan perusahaan-perusahaan pelat merah dalam program konversi dan pengembangan infrastruktur yang dapat menunjang ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

"Implementasi program ini akan mampu menghemat BBM sekitar 13 juta barel per tahun atau senilai Rp16 triliun per tahun, penurunan emisi karbon dioksida sebesar 4 juta ton per tahun, dan peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 terawatt jam per tahun," ujarnya seperti dikutip dari Antara di sela-sela sidang kedua Kelompok Kerja Energi Transisi (ETWG) Presidensi G20 Indonesia, kemarin. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel