Dirut PT ISN Jadi Tersangka Korupsi Penjualan Aset BUMN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus menetapkan Direktur Utama PT Industri Sandang Nusantara terkait kasus korupsi dalam penjualan asset patal Bekasi pada tahun 2012 sebagai tersangka.

Bukan hanya direktur utamanya saja yang menjadi tersangka, direktur keuangan perusahaan milik negara tersebut pun ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian direktur utama PT Artha Bangun Pratama pun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

"Berdasarkan hasil penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam penjualan asset Patal Bekasi tahun 2012 milik PT. Industri Sandang Nusantara (PT ISN) ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan tiga orang menjadi tersangka. Tiga tersangka tersebut diantaranya LP (Dirut PT ISN), Ir WKB (Direktur Keuangan PT ISN) dan Efrizal SE (Dirut PT Artha Bangun Pratama)," papar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2013).

Terang Untung berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print- 71 sampai dengan 73/F.2/Fd.1/05/2013 tanggal 31 Mei 2013, kasus tersebut bermula saat terjadi penjualan asset PT ISN pada tahun 2012 berupa tanah Patal Bekasi seluas kurang lebih 160 hektar dengan harga Rp 160 miliar.

"Dalam penjualan asset tersebut diduga tidak sesuai dengan prosedur termasuk penggunaan dana penjualan Patal Bekasi," ucapnya.

Akibat kasus tersebut diperkirakan negara mengalami kerugian sebesar Rp 60 miliar. "Untuk sementara dugaan kerugian negara ditaksir kurang lebih Rp 60 miliar," ujarnya.

Kasus tersebut ditangani tujuh orang penyidik yang dipimpin Andar Perdana. Saat ini penyidik masih bekerja untuk terus mengumpulkan barang bukti kasus tersebut.

"Penyidik selanjutnya menyusun rencana pelaksanaan penyidikan guna pengumpulan alat bukti atas dugaan tindak pidana korupsi tersebut," katanya.

Baca Juga:

  • KPK Telaah Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.