Disangka Korupsi Rp1,7 Miliar, Petugas Kredit Bank BUMN di Bali Ditahan

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung, Bali, menahan NAWP, tersangka korupsi dana kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp 1,7 miliar. Petugas salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini ditahan setelah menjalani pemeriksaan, Senin (11/7).

"Atas beberapa alasan, tim penyidik mengambil sikap untuk melakukan penahanan terhadap tersangka NAWP selama 20 hari ke depan, mulai tanggal 11 Juli 2022 hingga 30 Juli 2022," kata Kepala Kejari Badung (Kajari) Badung Imran Yusuf dalam keterangan tertulisnya.

Dia mengatakan, sebelumnya Kejari Badung telah melakukan penyidikan selama kurang lebih lima bulan terhadap dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana KUR pada salah satu bank BUMN di Badung. Dari penyelidikan dan penyidikan yang telah dilaksanakan sejak awal tahun 2022, NAWP ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (13/6). Dia merupakan petugas kredit bank sejak tahun 2015.

"Selama tahap penyidikan hingga ditetapkan tersangka terhadap kasus ini, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan serta telah mengumpulkan bukti-bukti untuk membuat terang terhadap tindak pidana yang telah terjadi," imbuhnya.

Berdasarkan hitungan awal, kerugian keuangan negara berdasarkan hasil audit yang diserahkan tim audit internal kurang lebih sebesar Rp1.761.178.577,00.

Palsukan Dokumen

Dari hasil penyidikan terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana KUR ini ditemukan beberapa modus operandi yang digunakan tersangka untuk melakukan tindak pidana. Salah satu caranya dengan mengajukan kredit fiktif setelah memalsukan dokumen baik KTP dan Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU), sebagai syarat pengajuan KUR mikro, 99 debitur dengan sisa baki debet posisi per tanggal 31 Maret sebesar Rp1.753.992.867,00.

Selain itu, NAWP melakukan kredit topengan terhadap satu debitur Kupedes Rakyat dengan sisa baki debet per tanggal 31 Maret 2022 sebesar Rp7.185.710,00.

"Atas temuan fakta-fakta ini, tim penyidik Kejaksaan Negeri Badung telah menahan tersangka NAWP dan melanjutkan kegiatan penyidikan untuk selanjutnya terhadap kasus ini dapat diserahkan berkas perkaranya kepada penuntut umum untuk diteliti," ujarnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel