Disbudpar: Aceh Perkusi sarana lestarikan aset budaya tak benda

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Almuniza Kamal menyatakan pertunjukan Aceh Perkusi 2022 merupakan salah satu upaya dalam melestarikan dan mengembangkan aset budaya tak benda.

"Kegiatan ini juga mengandung kearifan lokal sebagai identitas daerah Aceh yang bernilai tinggi yang perlu terus dirawat dan dilestarikan," kata Almuniza Kamal yang turut didampingi Kabid Bahasa dan Seni, Nurlaila Hamjah di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan kegiatan dengan tema "Permata Tanah Serambi" tersebut juga akan menjadi sarana optimalisasi diri pelaku seni perkusi, peningkatan kualitas penampilan, keberlanjutan, dan pembinaan berkesenian di Tanah Rencong khususnya.

Menurut dia, sasaran kegiatan tersebut untuk menyuguhkan penampilan menarik guna menghibur masyarakat yang sedang berusaha untuk selalu hidup sehat di tengah pandemi, cerdas, kreatif , berperilaku santun, bersolidaritas tinggi dan cinta sesama.

"Pada intinya kegiatan ini adalah untuk membangun peradaban Aceh yang bermartabat melalui kesenian tradisi khususnya Rapai serta menjadi sarana interaksi sosial religius, mengapresiasi kesenian, khususnya perkusi modern dan tradisional," katanya.
​​​​​​
Baca juga: Sandiaga Uno: Aceh Perkusi bagian tingkatkan promosi pariwisata

Baca juga: Ratusan alat musik tradisional nusantara dipamerkan di Museum Aceh

Ia menjelaskan masing-masing peserta yang hadir di Taman Bustanussalatin dan termasuk peserta dari luar negeri baik secara daring dan luring termasuk dari Singapura mampu menghipnotis para pemirsa yang hadir ke pusat ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh.

Kolaborasi semua peserta dalam memainkan beragam alat musik yang ditabuh itu jadi penampilan terakhir dalam kegiatan yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Pemerhati seni dan budaya, Sulaiman, mengapresiasi Disbudpar Aceh yang telah menggelar kegiatan rapai berskala Internasional itu yang mampu menghipnotis para pemirsa yang hadir di Taman Bustanussalatin.

"Seni dan budaya adalah identitas bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. Mari kembali ke titah yang diwariskan oleh para pendahulu kita. Mari kita tunjukkan Aceh perkusi dari Aceh untuk dunia,” kata Sulaiman.

Baca juga: Aceh jadi tuan rumah pameran alat musik tradisional Nusantara 2022
Baca juga: Group musik Keubitbit asal Aceh masuk nominasi AMI Awards 2020
Baca juga: Kelompok musik etnik Aceh KanDe terima Herald Angel Award 2015

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel