Disbudpar Sulsel gandeng LLDIKTI kembangkan desa wisata

·Bacaan 2 menit

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulawesi Selatan menggandeng Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sultan Batara) dalam mengembangkan desa wisata di daerah itu.

Kadisbudpar Sulsel Muhammad Jufri dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengaku bersyukur respons positif dari LLDIKTI menyukseskan rencana kerja sama program KKN Tematik Desa Wisata (KKNT Dewi) di Sulsel.

"Alhamdulillah beberapa perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta sudah menyatakan kesiapan bekerja sama dan menjalankan KKN Tematik Desa Wisata, bahkan beberapa PT sudah terjalin MoU (UMI)," katanya.

Baca juga: Desa Wisata Mangrove Luppung bergeliat di Bulukumba

Ia menjelaskan kehadiran LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara bersinergi menyukseskan program itu, diharapkan semakin meningkatkan cakupan sasaran desa wisata.

Hingga hari ini, kata dia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf/Baparekraf RI) mencatat 464 desa wisata di Sulsel ke dalam database Jadesta (Jejaring Desa Wisata), yakni aplikasi berbasis web yang dibangun dan dikembangkan untuk merangkum semua desa wisata di Indonesia, baik yang masih rintisan, berkembang, maju hingga desa wisata mandiri.

Jadesta ini menjadi panduan bagi kementerian dalam menyelenggarakan Anugerah Desa Wisata Indonesia

Sementara itu, Kepala LLDIKTI IX Andi Lukman mengaku seharusnya pihaknya yang mendatangi Disbudpar Sulsel guna menjemput program yang diyakini sebagai bentuk sinergi di sektor pendidikan dan pariwisata tersebut.

"KKN Tematik Desa Wisata ini salah satu bagian dari MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Tentunya LLDIKTI siap bekerjasama, bersinergi, berkolaborasi, dan mendorong seluruh Perguruan Tinggi Swasta yang ada untuk menyukseskan program ini," ujarnya.

Menurutnya, tidak boleh lagi ada mahasiswa menganggur, apalagi usai kuliah. Juga tidak boleh terjadi ada desa yang tidak berkembang.

Baca juga: Desa Wisata Mangrove Luppung di Bulukumba mampu menangkal abrasi

Baca juga: Sandiaga Uno perkenalkan Geopark Rammang Rammang Indonesia ke dunia

Semua itu bisa diwujudkan jika pemangku kepentingan terkait bahu-membahu saling mendukung program yang mengarah pada kepentingan pengembangan pendidikan dan pariwisata.

Apalagi, kata Lukman, dengan MBKM mahasiswa diberikan peluang yang luas untuk mengembangkan potensi diri melalui sistem perkuliahan di luar program studi yang diambil 60 satuab kredit semester (SKS) atau tiga semester.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel