Discord Larang Server Pendukung Trump

·Bacaan 1 menit
Massa pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di luar Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Sejumlah anggota parlemen dan massa pendukung Donald Trump menyerbu Capitol Hill untuk membatalkan pemilihan presiden Amerika Serikat. (AP Photo/Shafkat Anowar)

Liputan6.com, Jakarta - Discord melarang server pendukung Donald Trump dengan judul TheDonald di platformnya.

"Discord memutuskan untuk melarang server bernama TheDonald kemarin karena koneksi server itu terbuka ke forum online yang digunakan untuk menghasut kekerasan, merencanakan pemberontakan bersenjata di Amerika Serikat, dan menyebarkan misinformasi terkait penipuan pemilu AS 2020," ujar bicara Discord melalui email seperti dikutip dari Mashable, Minggu (10/1/2021).

Hal ini menyusul insiden di Capitol, AS pada 6 Januari 2021 lalu oleh ekstremis pendukung Donald Trump. Insiden itu menyebabkan lima kematian dan Reddit pun belakangan melarang subreddit r / DonaldTrump dengan alasan menghasut kekerasan.

Tak Toleransi Kekerasan

Bukan pertama kali bagi Discord melarang ektremis sayap kanan dari platformnya. Pada 2017 lalu, Discord menutup server yang terkait dengan web supremasi kulit putih setelah unjuk rasa 'Unite the Right' yang mematikan di Charlottesville.

Pihaknya juga menegaskan tidak ada toleransi bagi kebencian dan kekerasan dalam bentuk apa pun di platformnya.

"Kami memiliki kebijakan toleransi nol terhadap kebencian dan kekerasan dalam bentuk apa pun di platform, atau penggunaan Discord untuk mendukung atau mengatur seputar ekstremisme kekerasan," tutup juru bicara Discord.

Twitter Blokir Permanen Akun Trump

Sebelumnya Twitter membekukan akun Donald Trump secara permanen setelah melakukan peninjauan terhadap twit-twit yang diterbitkan di akun @realDonaldTrump.

"Kami telah menangguhkan akun Donald Trump secara permanen karena risiko hasutan lebih lanjut untuk melakukan kekerasan," tutur perusahaan lewat akun Twitter Safety (@TwitterSafety), Sabtu (9/1/2021) pukul 6.21 WIB.

Dalam konteks peristiwa yang berlangsung pekan ini, perusahaan sebelumnya telah menegaskan pada hari Rabu (7/1/2021) bahwa pelanggaran tambahan terhadap Peraturan Twitter berpotensi mengakibatkan tindakan pembekuan permanen.

"Kerangka kerja kepentingan publik kami ada untuk memungkinkan publik mendengar dari pejabat terpilih dan pemimpin dunia secara langsung. Itu dibangun di atas prinsip bahwa rakyat memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban di tempat terbuka," kata Twitter.