Disdik Banjarmasin persilakan seluruh sekolah gelar PTM 100 persen

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mempersilakan seluruh sekolah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen usai liburan panjang Ramadhan dan Idul Fitri 1443 Hijriah.

"Masuk sekolah dimulai pada besok secara serentak, PTM 100 persen," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi di Banjarmasin, Ahad.

Menurut dia, semua siswa dipersilakan masuk sekolah tidak lagi bergantian, seperti pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena penularan kasus COVID-19 cukup tinggi.

Kasus COVID-19 di Kota Banjarmasin sudah landai, hingga dilonggarkan berbagai kegiatan masyarakat tanpa pembatasan lagi termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Menurut Nuryadi, pertimbangan PTM 100 persen setelah libur Ramadhan dan Idul Fitri ini sekaligus halal bihalal siswa dan guru.

"Mereka lama tidak bertemu, jadi halal bihalal dulu, masih dalam suasana Lebaran," ucap Nuryadi.

Sekalian juga, kata dia, mendekati ujian akhir sekolah bagi Kelas 6 SD dan Kelas 9 SMP pada 17 Mei 2022.

"Saat ujian akhir kelas 6 SD dan kelas 9 SMP ini nantinya libur lagi adik-adik kelas mereka," ujarnya.

"Kasihan kalau tidak diturunkan semuanya akan lama libur lagi mereka, tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," kata Nuryadi.

Dia mengakui, belum semua SD atau SMP yang sudah siswanya mengikuti vaksinasi 70 persen, namun tetap diupayakan untuk ditingkatkan vaksinasi siswa saat mulai sekolah nanti.

"Jadi sekalian sosialisasi, kita pas mulai sekolah untuk vaksinasi siswa, semoga banyak yang mengikuti, karena kita harus memperluas pembentukan kekebalan secara kelompok di lingkungan sekolah," ujarnya.

Dari Data Disdik Kota Banjarmasin, capaian vaksinasi anak sebesar 38,33 persen untuk dosis pertama dan 23,67 persen untuk dosis kedua dari target sasaran sebanyak 69 ribu orang anak.*

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel