Disdik Pekanbaru Peringatkan Sekolah Jangan Nekat Ambil Kebijakan Belajar Seharian

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Melandainya kasus harian Covid-19 di Riau, khususnya Pekanbaru, membuat sejumlah pihak sekolah mulai ancang-ancang melakukan pembelajaran full day atau seharian penuh. Bahkan sudah ada beberapa sekolah swasta curi-curi waktu terkait pembelajaran seharian penuh ini.

Padahal sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sudah mengingatkan sekolah tidak mengambil kebijakan sendiri. Setiap sekolah di bawah wewenang dinas kota, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), hanya belajar selama empat jam pelajaran saat pembelajaran tatap muka terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas menyatakan akan memberikan sanksi bagi sekolah yang menerapkan full day school. Pihaknya akan turun langsung mengawasi sekolah yang kedapatan melanggar.

"Kalau ada informasi sekolah menerapkan full day school, sampaikan saja," kata Ismardi, Selasa siang, 9 November 2021.

Ismardi menjelaskan, pembelajaran tatap muka terbatas selama pandemi Covid-19 mengacu pada keputusan bersama atau SKB empat menteri. SKB itu tidak memperbolehkan full day school.

Menurut Ismardi, full day school selama pandemi sangat berpotensi menularkan Covid-19. Dia tak ingin terjadi sehingga muncul kluster sekolah di Pekanbaru.

"Sekolah sudah diperingatkan berulang kali, jangan buat kebijakan sendiri nanti kena sanksi," kata Ismardi.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tim Pengawas Turun

Ismardi menambahkan, pihak sekolah tidak perlu menerapkan full day saat ini karena jam pelajaran sudah bertambah. Dari yang awalnya tiga jam menjadi empat jam pelajaran.

"Sekolah swasta seharusnya mengikuti aturan yang berlaku, tim pengawas akan turun terkait informasi full day school ini," tegas Ismardi.

Saat ini, ada empat tim pengawas dari dinas yang turun setiap hari ke sekolah. Mereka turun secara acak ke setiap sekolah untuk memastikan tidak ada pelanggaran disiplin protokol kesehatan dan jam pelajaran.

Setiap hari, tim pengawas melaporkan hasil kegiatannya di sekolah yang dikunjungi. Tim ini juga mengingatkan pihak sekolah jika dinilai telah mulai longgar menerapkan protokol kesehatan.

Sejauh ini, kluster Covid-19 di Pekanbaru sejak pembelajaran tatap muka terbatas masih nihil. Memang di beberapa sekolah ada guru terinfeksi tapi tidak sampai menular ke peserta didik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel