Disdikpora Kudus tunggu instruksi pusat untuk menarik buku PPKn

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat untuk menarik buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) kelas VII karena ada kekeliruan soal Trinitas dalam agama Kristen dan Katolik.

"Hingga kini, kami belum menerima perintah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk menarik buku PPKn tersebut," kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus M. Zubaedi di Kudus, Rabu.

Sementara buku tersebut, kata dia, sudah terlanjur beredar di sekolah dan sudah digunakan untuk proses belajar mengajar siswa.

Berdasarkan hasil komunikasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn di Kudus, kata dia, siswa memang belum sampai pada materi tersebut, sehingga dimungkinkan belum dibaca oleh siswa.

Baca juga: Kemendikbudristek tarik dan revisi buku PPPKn

Baca juga: Sekolah di Kudus pakai buku kurikulum lama

Pihak MGMP PPKn, imbuh dia, segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menentukan langkah penyelesaian, mengingat bukunya sudah dibeli.

"Kalaupun ditarik dan minta diganti yang baru dari penerbit, tentunya membutuhkan waktu yang lama. Sedangkan proses belajar mengajar terus berjalan," ujarnya.

​​​​​​Menurut dia untuk sementara bisa diberikan ralatnya dengan mencetaknya sesuai ukuran halaman yang dianggap keliru, selanjutnya ditempel pada halaman tersebut atau mungkin ada solusi lain dari masing-masing sekolah untuk meralat penjelasan soal Trinitas Agama Kristen dan Katolik pada buku PPKn halaman 79 untuk SMP Kelas VII terbitan 2021 tersebut.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Kudus Ahmadi Setiawan mengakui baru mengetahui permasalahan tersebut pada Rabu (3/8).

"Saya juga belum melihat secara langsung penjelasan di dalam buku PPKn tersebut. Biarlah nanti kami akan berkoordinasi dengan MGMP PPKn terkait solusinya," ujarnya.

Baca juga: Pengamat: buku pelajaran bermuatan pornografi harus ditarik

Baca juga: Gubernur Jabar harap buku Penjaskes ditarik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel