Disebut Gagal Lindungi Pengguna dari Hoaks Covid-19 dan Vaksin, Simak Tanggapan Facebook dan Instagram

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Facebook dan Instagram mendapat keluhan karena mengizinkan berbagai misinformasi dan hoaks mengenai Covid-19 dan vaksinnya tersebar. Namun, platform tersebut pun telah menindak lebih dari 3 ribu akun penyebar informasi bohong.

Seorang direktur pelaksana NewsGuard di Inggris, Alex Cardier, mengatakan, Facebook dan Instagram telah gagal melindungi penggunanya dari misinformasi Covid-19 dan vaksin, meskipun telah diberikan beberapa peringatan secara berulang.

“Keterlibatan perusahaan dengan segala cara berarti bahwa sumber informasi yang salah dan memecah belah terus berkembang, meskipun ada peringatan dari NewsGuard dan bahaya nyata yang ditimbulkan kepada pengguna. Facebook memberi dirinya nama baru tetapi promosi misinformasi mereka tetap sama” ucap Cardier, Melansir TheGuardian.com, Selasa(2/11/2021).

Sejak September tahun lalu, NewsGuard, organisasi yang menilai kredibilitas berita dan informasi di website serta memantau misinformasi secara daring, telah mengirimkan laporan rutin kepada World Health Organization (WHO) mengenai situs media sosial dan platform digital lain yang menyebarkan informasi bohong tentang Covid-19.

Dalam risetnya yang dipublikasi pada Selasa, NewsGuard telah melacak sebanyak 20 situs dengan 372.670 pengikut yang menyebarkan misinformasi terkait Covid-19.

Penelitian oleh NewsGuard menunjuk beberapa situs yang terlibat antara lain halaman Facebook milik Robert F. Kennedy Jr yang menjadi sumber skeptisme vaksin dan dikenal sebagai anti vaksin terkemuka. Selain itu, terdapat tokoh bernama Joseph Mercola, seorangdokter obat alternatif, dan beberapa akun kecil lainnya yang banyak ditemukan di Instagram.

Facebook dan Instagram merupakan kedua perusahaan media sosial yang dimiliki oleh Meta, sebuah perusahaan yang minggu lalu baru saja melakukan re-branding dari Facebook.

Juru bicara dari Meta mengatakan, perusahaan sendiri telah mendorong pengguna platformnya untuk divaksinasi dan telah mengambil tindakan untuk melawan misinformasi.

“Selama pandemi, kami telah menghapus lebih dari 20 juta misinformasi berbahaya dan kami telah menghapus konten yang diidentifikasi dalam laporan ini yang melanggar aturan kami. Secara total, kami sekarang telah memblokir lebih dari 3.000 akun, halaman, dan grup karenaberulang kali melanggar aturan kami. Kami juga melabeli semua postingan tentang vaksin dengan informasi yang akurat dan bekerja dengan pemeriksa fakta independen untuk menandai 190 juta postingan sebagai salah,” jelasnya.

Dalam upaya untuk meyakinkan pengguna tentang kemanjuran vaksin, beberapa halaman Facebook yang disorot oleh NewsGuard dan mengandung label Facebook, mengarahkan pengguna ke halaman WHO tentang vaksin atau pusat informasi Covid-19 milik perusahaan.

Meta juga mengumumkan, mereka akan meningkatkan upaya untuk mempromosikan upaya vaksinasi untuk anak-anak di aplikasinya.

Amadea Claritta - Universitas Multimedia Nusantara

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel