Disebut Menhub Tidak Profesional, Begini Respons KCI

·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) merespons sindiran Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi soal tidak profesional karena penumpang yang membludak dan berpotensi terjadi klaster penularan COVID-19. VP Corporate Communication KCI Anne Purba menyampaikan penjelasan.

Menurut Anne, selama masa lebaran Idul Fitri, KRL Commuter beroperasi terbatas dengan jam operasional mulai pukul 04.00 WIB sampai 20.00 WIB setiap harinya. Selama lebaran, KCI juga hanya menjalankan 886 perjalanan KRL untuk semua rute perjalanan.

"Untuk antisipasi kepadatan lebih lanjut, kami (KAI Commuter) mulai siang ini akan mengoperasikan setidaknya enam jadwal perjalanan kereta tambahan. Enam jadwal tambahan ini sudah tidak dioperasikan sejak larangan mudik, yakni pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021," kata Anne, melalui keterangannya, Jumat, 14 Mei 2021.

Anne bilang, petugas di lapangan akan tegas mengatur penggunaan masker sesuai aturan. Pun, ia menekankan pihaknya mengupayakan jaga jarak di antara para pengguna KRL.

Penambahan petugas untuk menertibkan protokol kesehatan juga akan dilakukan di sejumlah stasiun yang berpotensi padat, antara lain Stasiun Tanah Abang, Stasiun Manggarai, Stasiun Pasar Minggu, Stasiun Bogor, dan Stasiun Bekasi.

"Pada hari kedua lebaran ini, terlihat ada peningkatan jumlah pengguna yang memanfaatkan jasa layanan KRL dan kebanyakan adalah para pengguna musiman. Hingga pukul 10.00 WIB pagi tadi tercatat 70.906 pengguna telah menggunakan jasa KRL," jelas dia.

Sementara, pada hari lebaran pertama, total jumlah pengguna jasa KRL Commuter 226.767. Tren jumlah pengguna KRL yang turun ini sudah terlihat sejak satu hari sebelum lebaran yaitu pada 12 Mei dengan hanya 212.373 penumpang.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyindir KCI tidak profesional. Ia menyampaikan demikian karena menyusul terjadinya kepadatan penumpang KRL Commuter pada masa Lebaran ini.

KCI dinilai Menhub tidak profesional, sehingga terjadi penumpukan dan berpotensi menjadi kluster COVID-19.

Budi menyebut 4 hari terakhir ini setiap hari setidaknya ada 200 ribu penumpang yang naik kereta commuter. Lalu untuk akhir pekan ini diperkirakan terjadi peningkatan penumpang hingga 400 ribu orang. "Saya tegaskan ini harus menjadi perhatian serius PT KCI," tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel