Disebut yang Terbaik di 2020, Komet Swan Akan Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang

Liputan6.com, Jakarta - Komet Swan tampaknya siap mengambil alih gelar "komet yang dapat terlihat dengan mata telanjang terbaik tahun 2020."

Sebelumnya pada pekan ini, Teleskop Luar Angkasa Hubble menerbitkan gambar-gambar yang menunjukkan Komet Atlas memecah menjadi lebih dari dua lusin potongan. Hal ini membuat Komet Atlas yang secara resmi dikenal sebagai C / 2019 Y4 (ATLAS) menjadi tidak relevan lagi. 

Pengamatan pecahnya komet pada tanggal 20 dan 23 April mengungkapkan bahwa pecahan-pecahan yang patah semuanya diselimuti oleh debu komet yang disapu sinar Matahari.

Maka, harapan terakhir untuk melihat komet cerah dengan mata kita sendiri pada musim panas ini adalah Komet Swan.

Komet Swan yang secara resmi disebut sebagai C / 2020 F8 (SWAN) menghiasi situs NASA’s Astronomy Picture of the Day hari ini.

Pada pertengahan April 2020, gambar luar biasa ini diambil oleh Gerald Rhemann di Namibia yang menangkap Komet Swan yang bercahaya hijau dan buntut ion birunya yang panjang dan terperinci, seperti dikutip dari Forbes, Minggu (3/5/2020).

Komet Terbaik dalam Beberapa Tahun

Ilustrasi komet (NASA)

Damian Peach, seorang astrophotographer dari Inggris bahkan menyebut C / 2020 F8 (SWAN) sebagai komet terbaik yang pernah ia lihat dalam beberapa tahun.

Setelah melakukan perjalanan dari tata surya luar, Komet Swan baru saja bersinar dari 6,7 menjadi 6,5 magnitude yang berada tepat di puncak visibilitas untuk dilihat dengan mata telanjang.

Komet Swan saat ini berjarak 121.427.864 km dari Bumi di rasi bintang Aquarius, sehingga paling baik dilihat dari belahan Bumi selatan untuk saat ini.

Komet Swan diketahui akan berada pada jarak paling dekat dengan Bumi pada 13 Mei 2020, dan paling dekat dengan Matahari (perehelion) pada tanggal 27 Mei 2020. Pada saat itulah seharusnya komet ini paling terang dan akan berada di rasi bintang Perseus dan Auriga, yang mana keduanya akan terlihat dari belahan Bumi utara.

Pada 25 Maret 2020, Komet Swan ditemukan oleh seorang penggemar astronomi yang melihat melalui gambar yang diambil oleh kamera pengintai Solar Heliospheric Observer (SOHO) Solar Wind Anisotropies (SWAN).

Saksikan Video Berikut Ini: