Dishub minta orang tua awasi penggunaan sepeda listrik pada anak

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Alman P Pakpahan meminta para orang tua di kota setempat mengawasi aktivitas anak dalam menggunakan sepeda listrik di jalan raya.

"Saat ini marak fenomena penggunaan sepeda listrik. Untuk itu kami minta orang tua mengawasi anak agar tidak menggunakan sepeda jenis itu di jalan raya," kata Alman di Palangka Raya, Jumat.

Dia mengatakan sepeda listrik lazimnya beroperasi di kawasan tertentu seperti di kawasan pemukiman, lokasi hari bebas kenderaan (car free day), kawasan wisata, area sekitar sarana angkutan umum sebagai angkutan integrasi, area kawasan perkantoran dan area di luar jalan raya.

Pernyataan itu diungkapkan dia saat dikonfirmasi maraknya anak-anak menggunakan sepeda kayuh yang dilengkapi tenaga penggerak listrik beraktivitas di jalan raya.

Baca juga: Anies ajak sejumlah dubes bersepeda

Baca juga: Sepeda motor listrik mulai mengaspal di Buton

“Setiap orang yang menggunakan kendaraan dengan penggerak listrik, diwajibkan untuk menggunakan ketentuan yang berlaku sebagaimana termuat dalam peraturan Menteri Perhubungan Nomor 44 tahun 2022,” kata Alman.

Dia menerangkan, Permenhub tersebut menyebutkan bahwa setiap orang saat berkendara harus menggunakan helm, dan usia penggunaan harus paling rendah 12 tahun.

"Penggunaan kendaraan tertentu dengan menggunakan penggerak motor listrik, maka kendaraan jenis itu tidak diperbolehkan untuk memodifikasi daya listrik dan kecepatan kendaraan," katanya.

Kecepatan maksimal untuk hoverboard, unicycle, dan otopet dapat beroperasi hanya enam kilometer per jam. Sedangkan skuter listrik dan sepeda listrik dapat beroperasi dengan kecepatan maksimal 25 kilometer per jam.

Area operasi kendaraan motor tertentu dengan penggerak motor listrik kalau di jalan umum adalah di lajur sepeda atau lajur yang disediakan khusus.

Keberadaan sepeda listrik kini mulai menjadi tren di kawasan perkotaan di Kota Palangka Raya. Penggunanya banyak anak-anak dan remaja tanggung yang tak jarang mengendarai sepeda listrik cukup kencang tanpa kelengkapan pengamanan berkendara.

"Sebaiknya menggunakan lajur khusus atau kawasan tertentu dan diharapkan penggunaan sepeda listrik pada anak dan remaja sebaiknya didampingi orang dewasa," kata Alman.*

Baca juga: Think 20 dorong isu sampah baterai jadi pembahasan global

Baca juga: Aceh jadi provinsi pertama jadikan Gesits kendaraan operasional Pemda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel