Disindir Soal Pengiriman Pasukan ke Kazakhstan yang Menegang, Rusia Kritik Balik AS

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Moskow - Rusia menyatakan kemarahan atas komentar Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken bahwa Kazakhstan mungkin sulit menyingkirkan pasukan Rusia.

Pada Jumat (7/1), Blinken menyinggung respons Rusia yang mengirim pasukan ke Kazakhstan, setelah negara Asia Tengah itu dilanda kerusuhan selama berhari-hari.

“Satu pelajaran dari sejarah baru-baru ini adalah bahwa begitu orang Rusia berada di rumah Anda, terkadang sangat sulit untuk menyuruh mereka pergi,” kata Blinken.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut pernyataan Blinken "menghina" dan menuduhnya bercanda tentang peristiwa tragis di Kazakhstan.

Rusia mengatakan AS harus menganalisis rekam jejak intervensinya sendiri di negara-negara seperti Vietnam dan Irak.

"Jika Antony Blinken sangat menyukai pelajaran sejarah, maka dia harus mempertimbangkan hal-hal berikut: ketika orang Amerika berada di rumah Anda, akan sulit untuk tetap hidup dan tidak dirampok atau diperkosa," kata Kemlu Rusia di saluran media sosial Telegram.

"Kami diajari ini tidak hanya oleh masa lalu baru-baru ini, tetapi selama 300 tahun sejarah negara Amerika," ujar Rusia.

Rusia: Penempatan Pasukan ke Kazakhstan Sah

Pesawat kargo militer Rusia terlihat di bandara Ivanovo (6/1/2022). Aliansi militer yang dipimpin Rusia mengirim pasukan untuk membantu memadamkan kerusuhan di Kazakhstan. (AFP/Handout/Russian Defence Ministry)
Pesawat kargo militer Rusia terlihat di bandara Ivanovo (6/1/2022). Aliansi militer yang dipimpin Rusia mengirim pasukan untuk membantu memadamkan kerusuhan di Kazakhstan. (AFP/Handout/Russian Defence Ministry)

Kemlu Rusia mengatakan penempatan pasukan di Kazakhstan adalah tanggapan yang sah atas permintaan Kazakhstan untuk dukungan dari Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, yaitu aliansi negara-negara bekas Soviet yang mencakup Rusia.

Intervensi di Kazakhstan muncul pada saat ketegangan tinggi dalam hubungan Moskow dengan Washington ketika kedua negara bersiap untuk pembicaraan mengenai krisis Ukraina mulai Senin (10/1).

Moskow telah mengerahkan sejumlah besar pasukan di dekat perbatasannya dengan Ukraina, tetapi menyangkal tudingan Barat bahwa Rusia berencana untuk menyerang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel