Disinformasi Jadi Alasan Lambatnya Proses Vaksinasi Lansia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dr. Siti Nadia Tarmizi, Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan mengungkap bahwa penyebaran disinformasi terkait vaksin menjadi alasan lambatnya kemajuan vaksinasi di kalangan lansia Indonesia.

“Berdasarkan penelitian, salah satu penyebab lambatnya kemajuan vaksinasi lansia adalah masih banyak masyarakat yang tidak mendapatkan informasi yang benar dan banyak mendapat disinformasi,” ujar Tarmizi, dilansir Antara, Sabtu (30/10/2021).

Data terakhir Kementerian Kesehatan Indonesia menunjukkan baru sekitar 40 persen dari target 21,5 juta penerima lansia baru menerima dosis vaksin pertama. Sedangkan penerima dosis keduanya baru mencapai angka 25 persen dari target awal.

Menanggapi permasalahan tersebut, pemerintah telah mengerahkan tenaga kesehatan untuk mendatangi lansia dan mengedukasi mereka agar mau divaksin melalui penjelasan terkait Vaksin Covid-19.

“Kami terus mengedukasi dan mengintensifkan sosialisasi. Peran aktif keluarga dan masyarakat sekitar sangat diharapkan dalam membantu mendorong vaksinasi COVID-19 di kalangan lansia,” ujarnya.

Tarmizi menambahkan, seluruh masyarakat juga perlu bekerja sama dengan tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan yang telah diberlakukan pemerintah.

“Komitmen, upaya, dan kerja sama kita semua menjadi kunci dalam menghadapi pandemi ini. Mari kita segera vaksinasi dan tetap patuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Penulis: Azarine Jovita Halim/Universitas Multimedia Nusantara

Sumber: https://en.antaranews.com/news/196837/disinformation-slowing-elderly-vaccinations-spokesperson

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel