Diskon PPnBM akan Diperluas, Hanya Dua Mobil yang Masuk Kriteria

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Masyarakat memberi respons positif terhadap kebijakan pembebasan sementara pajak barang mewah atau PPnBM untuk beberapa tipe mobil, yang mulai berlaku awal bulan ini.

Data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan, peningkatan angka penjualan kendaraan bermotor sejak adanya insentif tersebut mencapai 140 persen.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku diminta oleh Presiden Jokowi untuk mengkaji kemungkinan perluasan dan pendalaman program tersebut.

Hal itu dianggap perlu, karena ada beberapa tipe mobil yang memiliki tingkat kandungan dalam negeri lebih dari 70 persen tapi tidak masuk dalam daftar.

““Formulasi perluasan dan pendalaman akan didasari oleh kenaikan tingkat kapasitas silinder kendaraan
dikombinasikan dengan local purchase, atau hanya didasari local purchase,” ujar Menperin melalui keterangan resmi.

Dari penelusuran VIVA Otomotif, Selasa 16 Maret 2021, ada dua model kendaraan bermotor yang memenuhi syarat TKDN tapi kapasitas mesinnya di atas 1.500cc, yakni Toyota Innova dan Toyota Fortuner.

Dua produk ini juga menjadi komoditas ekspor yang sangat menjanjikan, di mana masing-masing telah dikapalkan ke luar negeri setiap bulan dengan angka ribuan unit.

Innova yang merupakan versi terbaru dari MPV Toyota Kijang memiliki TKDN 85 persen, sementara kandungan lokal Fortuner yakni 75 persen.

Dua model tersebut juga selalu berada dalam daftar 10 tipe mobil terlaris di Indonesia. Pada bulan lalu, Innova menempati urutan tiga, sedangkan Fortuner ada di posisi 10.

Perlu diketahui, relaksasi PPnBM ini hanya berlaku untuk kendaraan penumpang yang menggunakan penggerak dua roda. Artinya, ada beberapa varian Fortuner yang tidak bisa masuk ke dalam daftar.

Sementara itu, mobil lain seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Honda CR-V meski dirakit di dalam negeri, namun tidak bisa mendapatkan fasilitas tersebut, karena terbentur TKDN.

Demikian pula dengan Honda HR-V versi 1.800cc, yang sudah diproduksi secara lokal namun masih memakai komponen impor sebanyak kurang lebih 40 persen.