Disnaker Jateng Terima 110 Aduan Perusahaan Belum Bayar THR

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah menerima 110 aduan soal tunjangan hari raya (THR) dari karyawan yang belum kunjung dibayarkan oleh perusahaan. Jumlah aduan ini meningkat tajam seiring dengan semakin dekatnya Lebaran Idulfitri 2022.

"Jadi total 110 aduan yang masuk ke Posko THR Provinsi Jawa Tengah. Padahal pertengahan April masih 22 laporan yang masuk," kata Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari, Selasa, (26/4).

Rata-rata para pekerja mengeluhkan pembayaran yang telat, dicicil atau dibayar tidak sesuai ketentuan. Kepada perusahaan yang melanggar ketentuan pencairan THR bakal dikenakan sanksi. Saat ini, pihaknya menerjunkan tim pengawas untuk menindaklanjuti aduan pekerja.

"Kami sudah mulai menerjunkan pengawas. Mereka akan mengeluarkan nota riksa yang di mana harus direspons dalam waktu tujuh hari. Jika tidak dipenuhi, nanti akan ada nota riksa 2, jangkanya sama tujuh hari. Perusahaan bisa dikenakan denda sebesar 5 persen dari jumlah THR yang diterima setiap buruh," ungkapnya.

Berdasarkan peraturan, THR karyawan sudah harus dibayarkan perusahaan maksimum tujuh hari sebelum Lebaran atau 25 April 2022. Apabila melebihi tenggat, perusahaan-perusahaan yang dilaporkan telah melanggar SE Menaker RI no M/1/HK.04/IV/2022 dan PP 36 tentang pengupahan. Rata-rata perusahaan yang belum membayarkan THR pekerja karena masih terdampak covid-19.

"Alasan mereka rata-rata karena terdampak covid-19. Selain itu juga cash flow, uangnya diputar untuk kegiatan yang lain. Tapi mereka berjanji untuk membayar," jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Jateng, Mumpuniati mengatakan rata-rata perusahaan yang menunda pembayaran THR berasal dari sektor garmen. Sebab perusahaan-perusahaan tersebut rata-rata memiliki banyak pekerja.

“Kalau untuk perusahaan yang paling banyak diadukan, itu dari Surakarta dan Kota Semarang. Bahkan, ada satu perusahaan yang diadukan berkali-kali oleh pekerjanya,” pungkas dia. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel