Dispar: Usaha travel di Kepri mampu bertahan sampai Agustus 2021

Adi Lazuardi
·Bacaan 2 menit


Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau menyatakan perusahaan pariwisata di wilayah tersebut rata-rata hanya mampu bertahan sampai Agustus 2021 jika tidak memperoleh pendapatan dari wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Biralimar, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, pemilik perusahaan pariwisata seperti perhotelan, resort dan restoran sudah menghabiskan uang untuk bertahan selama masa pandemi COVID-19. Biaya operasional dalam pengelola hotel, resort, restoran cukup besar, sementara tidak ada omzet selama pandemi.

Di Lagoi, Kabupaten Bintan, yang sudah sejak beberapa bulan lalu bersiap melayani wisman memiliki sebanyak 15 destinasi wisata, 10 di antaranya sudah tidak beroperasi. Begitu pula di Nongsa, memiliki 11 objek wisata, namun tidak seluruhnya beroperasi.

"Melihat kondisi ini, pemerintah pusat dan daerah tidak tinggal diam. Kami terus mengupayakan agar destinasi wisata di Lagoi kembali jaya. Untuk tahap awal, pemerintah menargetkan wisatawan asal Singapura mengunjungi Lagoi dan Nongsa," ujarnya.

Komunikasi politik antara sejumlah kementerian terkait di Indonesia dengan Pemerintah Singapura sudah dilakukan secara intensif. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Menteri Luar Negeri berupaya meyakinkan Pemerintah Singapura bahwa Lagoi dan Nongsa aman dari COVID-19.

Pengelola objek wisata di kawasan itu telah mempersiapkan fasilitas hotel, hiburan dan restoran dengan menerapkan protokol kesehatan. Lagoi merupakan kawasan pariwisata berskala internasional, yang paling siap menerima wisatawan asal Singapura.

"Peralatan medis, seperti alat pemeriksaan kesehatan berupaya genose dan PCR ada di Lagoi. Di Lagoi, paling indah dan lengkap," ucapnya.

Buralimar berharap Pemerintah Singapura membuka akses masyarakat untuk berkunjung ke Lagoi dan Nongsa mulai 21 April 2021. Pemerintah Singapura juga dapat melihat langsung persiapan Lagoi melayani wisatawan asal negara, yang bertetangga dengan Bintan tersebut.

Ia menegaskan wisatawan asal Singapura memiliki "tempat" tersendiri di Lagoi, yang aman. Mereka tidak bercampur dengan warga lainnya.

"Kami yakin pertemuan antara Pemerintah Indonesia dan Singapura membuahkan hasil yang positif," katanya.

Setelah Lagoi dan Nongsa berhasil menerapkan protokol kesehatan dalam menyambut kedatangan wisatawan asal Singapura, ia mengatakan Kepri akan menerima wisatawan asal negara lainnya, seperti Malaysia.

"Kalau sekarang Malaysia masih menutup akses masyarakatnya ke Indonesia," ujarnya.