Dispar Yogyakarta lanjutkan pendampingan pendaftaran Kartu Prakerja

Faisal Yunianto

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta berencana untuk melanjutkan pemberian pendampingan atau bantuan kepada pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak pandemi COVID-19 untuk melakukan pendaftaran Kartu Prakerja pada gelombang tiga.

“Pada pendaftaran gelombang dua pekan lalu, kami membuka dua posko untuk pendampingan. Kegiatan itu rencananya tetap akan kami lanjutkan pada gelombang tiga pekan depan,” kata Kepala Bidang Atraksi Wisata dan Ekonomi Kreatif Edi Sugiharto di Yogyakarta, Minggu.

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, lanjut Edi, mendorong seluruh pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi COVID-19 untuk melakukan pendaftaran Kartu Prakerja yang dilakukan secara daring melalui prakerja.go.id.

“Pendaftaran bisa dilakukan secara mandiri, tetapi mungkin saja masih ada pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang membutuhkan pendampingan saat mendaftar, maka kami membuka dua posko bantuan,” katanya.

Pada pendaftaran gelombang dua yang dilakukan pada 20-23 April, terdapat 67 pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengakses posko pendampingan pendaftaran yang dibuka di Kantor Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

“Seluruhnya sudah berhasil mendaftar. Tetapi kami juga tekankan bahwa penentuan pendaftar yang lolos seleksi atau verifikasi untuk memperoleh Kartu Prakerja sepenuhnya ditentukan oleh pusat. Kami hanya membantu untuk pendaftaran saja,” katanya.

Edi menambahkan industri di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta mengalami pukulan yang sangat berat akibat pandemi COVID-19 karena praktis tidak ada lagi wisatawan yang datang.

“Ada beberapa pelaku yang masih mencoba bertahan dengan berbagai inovasi. Namun, ada juga yang memilih menutup atau menghentikan sementara usaha mereka sampai kondisi pulih kembali,” katanya.

Sebelumnya, pemberian pendampingan untuk pendaftaran Kartu Prakerja juga dilakukan melalui Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta.

“Warga yang datang untuk meminta bantuan biasanya orang yang sudah tua dan tidak memiliki kecakapan untuk mengoperasikan komputer atau internet,” kata Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Lusiningsih.

Pendaftar yang lolos akan memperoleh bantuan dengan total manfaat Rp3,55 juta, namun tidak seluruhnya diserahkan dalam bentuk uang.

Rinciannya adalah Rp1 juta untuk pelatihan, insentif Rp600.000 yang diterima empat kali dan insentif evaluasi dengan total Rp150.000. Bantuan diserahkan melalui rekening di bank atau melalui aplikasi pembayaran elektronik.

“Karena sistem ini terpusat, maka kami tidak mengetahui sudah ada berapa pendaftar dari Yogyakarta yang lolos verifikasi di pusat dan bisa memperoleh manfaat,” katanya.

Baca juga: Pemerintah transfer 100 persen uang Kartu Prakerja gelombang pertama
Baca juga: Enam langkah mitigasi pariwisata-ekraf diterapkan di tengah pandemi
Baca juga: Yogyakarta usulkan sekitar 4.000 warga untuk dapat kartu prakerja