Disparbud Jabar pelajari strategi kebangkitan pariwisata ke Bali

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mempelajari strategi kebangkitan pariwisata ke Provinsi Bali, yang dinilai berhasil bangkit setelah sempat terpuruk di masa pandemi COVID-19.

"Kami berupaya mengembangkan potensi pariwisata dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan usai pandemi. Sejumlah langkah strategis diimplementasikan, salah satunya komparasi dengan Provinsi Bali yang dianggap berhasil bangkit setelah terpuruk di masa pandemi," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar di Bandung, Rabu.

Benny mengatakan saat pandemi COVID-19, sektor pariwisata Bali terpuruk karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun kondisi itu tak lagi terlihat.

Baca juga: Ridwan Kamil: Pariwisata bangkit 2022 jika vaksinasi selesai 2021

Menurut dia, Pemprov Bali secara bertahap mampu memulihkan pariwisata yang memberi dampak positif pada para pelaku yang terlibat di dalamnya, seperti hotel, restoran, penyedia suvenir, dan lain sebagainya.

"Saya bertukar pikiran dengan Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun. Di Bali, dalam dua tahun kemarin betul-betul terpuruk karena pandemi. Tapi saya melihat pemulihannya sangat cepat, sehingga saya ingin mengetahui kiat-kiat apa yang dilakukan Pemerintah Bali. Saya perlu mendengar kiat-kiatnya dari Pemprov Bali yang saat ini sudah normal. Sehingga, dapat menjadi penguatan bagi kami di Jawa Barat," lanjutnya.

Menurut Benny, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus memiliki sejumlah strategi untuk memulihkan sektor pariwisata, namun sebelumnya Pemprov Bali sudah lebih dulu menggencarkan penyebaran masker serta mempercepat pelaksanaan vaksinasi di seluruh wilayah.

Saat itu Provinsi Bali seperti dibombardir oleh COVID-19, sehingga seolah-olah kekurangan oksigen. Namu, Gubernur Bali memutuskan untuk mengakselerasi vaksin sebagai jalan untuk pemulihan sektor pariwisata di Bali.

Seiring berjalannya waktu, Bali kembali membuka penerbangan dan menerapkan kebijakan travel bubble ketika beberapa negara yang dinilai berhasil mengontrol pandemi sepakat untuk membuka rute penerbangan.

Selain itu, Pemprov Bali mengizinkan wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk datang ke Pulau Dewata asalkan memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan.

Baca juga: Menparekraf pertimbangkan tambah alokasi hibah pariwisata di Jabar

Baca juga: Pempov Jabar siapkan strategi percepat bangkitnya industri pariwisata

Selanjutnya, Bali juga membuka diri terhadap penyelenggaraan acara, baik skala nasional maupun internasional dan promosi juga dilakukan melalui KBRI yang ada di luar negeri dan semua dilakukan secara digital.

Benny mengatakan dari komparasi tersebut, didapat kesimpulan bahwa Provinsi Bali telah mengintegrasikan banyak hal, mulai dari daya tarik wisata, budaya, ekonomi kreatif, serta kearifan lokal dari masyarakat.

Hal itulah yang membuat Bali bisa memulihkan sektor pariwisata dan akan menjadi modal positif bagi Pemprov Jawa Barat untuk mereplikasikannya demi mewujudkan pariwisata juara, budaya juara, serta ekonomi kreatif juara.


"Jadi, banyak wawasan yang kami dapatkan. Mudah-mudahan apa yang kami dapat ini bisa diimplementasikan di Jawa Barat," kata Benny.