Disparbud Jawa Barat pantau lonjakan wisatawan di tiga aglomerasi

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat memantau lonjakan wisatawan saat libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah di tiga aglomerasi yang jadi target kunjungan wisata yakni Bogor Raya, Bandung Raya dan Priangan Timur.

"Kami memprediksi lonjakan wisatawan akan terus terjadi hingga akhir pekan nanti. Jadi ada tiga aglomerasi yang jadi target kunjungan wisata, yakni Bogor Raya, Bandung Raya dan Priangan Timur," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar di Bandung, Kamis.

Benny mengatakan pemerintah dan pengelola objek wisata sudah berupaya untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan dengan cara memperketat akses masuk.

Hal tersebut, kata Benny, dilakukan agar prediksi kenaikan kasus COVID-19 pascalebaran tahun ini bisa diatasi.

"Kami memperketat pintu masuk, yang boleh masuk yang sudah vaksin dan muncul di PeduliLindungi, CHSE di hotel juga coba kita dorong kembali melakukan itu. Wisatawan akan membludak terutama wilayah Bogor Raya, Bandung Raya dan Priangan Timur khususnya Pangandaran," ujar Benny.

Baca juga: Kawasan wisata Lembang dipadati masyarakat di hari pertama 2022
Baca juga: Taman Lalu Lintas Bandung pilihan wisata keluarga saat libur Lebaran

Dia mengatakan agar tidak terpusat di tiga aglomerasi tersebut, Disparbud Jawa Barat sudah berupaya memecah tujuan wisata masyarakat ke aglomerasi Cirebon Raya dan Priangan Timur.

Menurut Benny wisata di Cirebon Raya dan Priangan Timur tak kalah menarik dengan daerah lain.

"Jadi kami masih berupaya untuk sebagian besar dialihkan ke Priangan Timur maupun Cirebon Raya. Kita gencarkan promosi bahwa obyek wisata di Cirebon Raya pun menjanjikan, saya sudah survei ke Jabar Selatan sudah dipromosikan lewat instagram Pak Gubernur juga sehingga masyarakat bisa melihat potensi alam di selatan," kata dia.

Benny mengatakan, selama dua tahun pandemi COVID-19 banyak muncul objek wisata baru dengan konsep outdoor dan hal itu positif untuk mendongkrak ekonomi daerah.

"Selama dua tahun ini mengajarkan kita bahwa wisata outdoor itu lebih aman (selama pandemi COVID-19) makanya kami berupaya memperbanyak destinasi wisata seperti glamping, camper van atau camping ground. Kemarin sudah ada beberapa kabupaten kota yang mau mengembangkan destinasi seperti itu," kata dia.

Baca juga: Jalur wisata di Garut macet berjam-jam

Baca juga: Objek wisata Garut mulai ramai dikunjungi pada hari kedua Lebaran

Lebaran tahun ini memang jadi momen bagi daerah untuk meningkatkan perekonomian, apalagi pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Jabar.

Akan tetapi, kata Benny, potensi kenaikan kasus COVID-19 pascalebaran tak bisa dipandang sebelah mata sehingga berbagai upaya pengetatan masih tetap dilakukan.

"Kami harus melihat dampak jika terjadi gelombang berikutnya. Jadi lebih baik sedikit diperketat tapi aman. Kan diprediksi setelah libur lebaran COVID-19 akan naik lagi, kalau coba kita kendalikan akan berbahaya makanya seluruh stakeholder berupaya memperketat pintu masuk destinasi wisata," kata dia.

Baca juga: Pemkab Garut siapkan wisata Gunung Guntur lebih menarik seperti Bromo

Baca juga: Okupansi hotel di Puncak Bogor capai 70 persen pada libur Lebaran

Baca juga: Pengamat perkirakan setengah juta orang padati Kawasan Puncak per hari

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel