Distan Cirebon minta petani percepat masa tanam padi

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, meminta kepada petani untuk mempercepat masa tanam padi, mengingat saat ini sudah masuk musim hujan.

"Saat ini sudah masuk musim hujan, jadi kami meminta agar petani mempercepat masa tanam," kata Kepala Distan Kabupaten Cirebon Asep Pamungkas di Cirebon, Minggu, saat dihubungi.

Asep mengatakan dari informasi Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Cirebon sudah masuk musim hujan, sehingga petani harus segera melakukan percepatan masa tanam padi.

Ia menjelaskan ketika masa tanam padi dilakukan pada saat puncak musim hujan, dikhawatirkan akan mempengaruhi produksi, dan ancaman gagal panen dipastikan bakal terjadi sehingga merugikan para petani.

"Sekarang sudah mulai musim hujan. Jadi, sangat cocok untuk tanam padi, jangan sampai ketika hujan sudah tinggi baru menanam, itu akan berisiko," katanya.

Menurut dia, ketika puncak musim hujan biasanya di Kabupaten Cirebon, sering terjadi banjir dan mengakibatkan tanaman padi puso akibat terendam banjir, untuk itu perlu diwaspadai oleh para petani.

Apalagi, ketika baru tanam maka ancaman busuk batang pun bisa terjadi, dan ini yang perlu dihindari oleh para petani, sehingga perlu adanya percepatan masa tanam.

"Untuk menghindari puso, jadi harus segera melakukan percepatan masa tanam," katanya.

Sementara itu, untuk produksi padi di Kabupaten Cirebon, lanjut Asep, pada 2022 hingga triwulan III mencapai 492.803 ton gabah kering giling (GKG) atau 315.936 ton setara beras, dan dipastikan mengalami surplus.

Menurut dia, produksi padi tersebut tersebar di 40 kecamatan yang berada di Kabupaten Cirebon, baik di lahan sawah maupun lahan darat.

Ia menjelaskan, dengan telah mencapainya produksi sebanyak 492.803 ton GKG atau 315.936 ton setara beras, maka pada tahun ini Kabupaten Cirebon sudah dipastikan surplus, mengingat untuk konsumsi beras di daerah itu per tahun berada di angka 254.116 ton, dari total populasi penduduk mencapai 2 juta orang jiwa.

"Kalau konsumsi beras per tahun itu diperkirakan kurang lebih 254.116 ton, sedangkan hingga triwulan III produksi sudah mencapai 315.936 ton setara beras, sehingga pada tahun 2022 ini dapat dipastikan surplus," katanya.

Baca juga: Akademisi ingatkan petani persiapkan benih unggul jelang masa tanam

Baca juga: Gubernur Jatim percepat masa tanam padi di lima kabupaten

Baca juga: Gubernur Sumbar: Jangan lewatkan masa tanam agar tak krisis pangan