Distribusi Oksigen di Jawa Tengah Dikawal Ketat Tentara dan Polisi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Aparat TNI dan Polri bersiaga mengawal secara ketat distribusi oksigen medis ke sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah menyusul kelangkaan oksigen medis di sejumlah daerah seiring lonjakan kasus infeksi COVID-19.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Kombes M. Iqbal Al-Qudusy mengungkapkan, ada kasus beberapa waktu lalu, keterlambatan pasokan oksigen karena faktor kesalahan sopir. "Saya cari itu sopirnya yang kirim oksigen, kenapa tidak segera datang, ternyata sopirnya tidur di hotel. Makanya kalau mau sopir, dari TNI dan Polri siap untuk melaksanakannya," katanya di Semarang, Kamis, 8 Juli 2021.

Di Jawa Tengah, katanya, telah dibentuk Satgas Oksigen yang bertugas untuk memastikan ketersediaan oksigen medis di rumah sakit dan pengirimannya tidak terlambat. Satgas oksigen di bawah kendali Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Polda Jawa Tengah ikut mengawasi dari produksi sampai distribusi.

Satgas oksigen tidak hanya bertugas memastika kecukupan kebutuhan oksigen di rumah sakit, tetapi juga menjamin distribusi oksigen dari produsen PT Samator sampai ke rumah sakit yang membutuhkan.

Total ada 99 rumah sakit di Jawa Tengah yang menjadi objek distribusi oksigen. Ketersediaan oksigen di rumah sakit itu harus aman dan tidak terlambat.

"Kami sudah cek ke produsen oksigen PT Samator. Perusahaan itu sampai membeli oksigen dari Cilegon, Banten dan Gresik, Jawa Timur, untuk mencukupi oksigen di rumah sakit Jawa Tengah," katanya.

Teguh Joko Sutrisno/Semarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel