Disunat, 80 Persen Perempuan Merasa Tak Puas

Laporan Wartawan Tribunnews.com Andrian Salam Wiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fenomena perempuan sunat memang masih kental dengan budaya Indonesia. Karenanya hingga saat ini masih banyak perempuan yang masih melakukan praktik tersebut.

Dalam diskusi bertajuk Menjadi Perempuan Tanpa Rasa Was-was, di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (2/12/2012) siang. Program Officer Perempuan dan Politisasi Agama, Solidaritas Perempuan, Andi Cipta A menyebut, 80 persen perempuan yang menjalani sunat merasa tak puas saat berhubungan badan. Hal ini merujuk penelitian di University Of Leeds dan University Of Central Lanchasire, Inggris.

Ia mengatakan, perempuan yang menjalani surat mengalami pendarahan, infeksi, dan rasa nyeri. Bukan hanya itu, hasrat melakukan hubungan seksual menjadi hilang karena ada organ intim wanita yang terganggu.

"Oleh sebabnya wanita seperti itu suka menghindar ketika ingin diajak berhubungan dengan suami karena hasratnya yang sudah memudar dari waktu ke waktu," terangnya seraya mengemukakan, perempuan yang disunat cenderung sulit orgasme.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.